Usaha Penangkaran Murai Milik Ustadz Sandi Beromset Rp 20 juta Per Bulan

oleh -12048 Dilihat
oleh
Ustadz Sandi Rahman. (KH/ Edi Padmo)

“Saya mencoba mengintegrasikan semua elemen ini, pupuk kotoran hewan untuk tanaman, sayur dan tanaman untuk pakan ternak, baik sapi dan kambing. Jika sayur atau buah panen, selain dimakan sendiri juga bisa untuk Sodakoh tetangga, sisanya untuk pakan burung, unggas atau Jangkrik. Jangkriknya juga untuk pakan Burung, semua berputar,” cerita Ustadz Sandi.

Sambil berkeliling Ustadz Sandi meceritakan awal da memulai usaha Farm ini. “Waktu itu Bapak mertua menasehati saya, bahwa ternak itu untuk “minterke anak“, dalam arti ternak itu bisa untuk biaya menyekolahkan anak. Ustadz Sandi saat ini memang tercatat sebagai ASN bagian Penyuluh Agama Kapanewon Gedangsari. Sebelum itu, 19 tahun dia menjabat sebagai guru SMK Muhammadiyah Wonosari.

“Betul saya pegawai negeri, tapi anak saya lima orang, dan pengertian anak di sini bukan cuma anak kandung, tapi juga anak asuh,” ujarnya. Selama menjadi Guru, Ustadz Sandi memang mempunyai 34 orang anak asuh yang dia biayai sekolah sampai lulus. Rata-rata anak ini dari keluarga tidak mampu.

“Ya tidak semua saya biayai, tapi saya mempersilahkan mereka untuk tinggal di sini, sehabis sekolah membantu mengurus peternakan. Alhamdulillah, sekarang sudah pada lulus, ada yang sudah bekerja,” ucap Ustadz Sandi.

Dengan prinsip hidup, apapun yang kita lakukan asal dengan niat baik akan menjadi ibadah, Ustadz tampak enjoy dan optimis melakoni apa yang diyakininya. Di tengah kesibukannya sebagai ASN penyuluh agama, mengurus ternaknya, dia masih sempat untuk setiap sore berkeliling Sholat berjamaah ke Masjid yang berbeda-beda tempat. Disamping kesibukannya juga mengisi forum forum pengajian berkeliling Gunungkidul.

“Jika kita Ikhlas, apapun akan terasa ringan, dan tidak terbebani,” demikian nasehatnya. Menurut dia, masih ada beberapa hal yang ingin di gapai SRGK Farm, yaitu penangkaran burung Anis kembang, Sulingan, Tledekan dan Cucak rowo. Yang terakhir ini terkenal sulit, tapi saya pingin mencoba,” ujarnya.

Salah satu burung yang ditangkarkan di SRGK Farm. [KH/ Edi Padmo]
Keinginan menjalani masa pensiun, Ustadz Sandi mengutarakan niatnya untuk membangun sebuah Rumah Tahfizd. Rumah untuk mempelajari dan menghafal Kitab Suci Al Qur’an.

“Alhamdulillah, tanah sekitaran lahan ini sudah saya bebaskan, uangnya sebagian dari hasil penangkaran burung ini, Insya Allah nanti akan kita bangun Rumah Tahfizd Al Qur’an, di mana nanti siapa saja boleh belajar di sini, sukur bisa sekalian belajar wirausaha, terutama penangkaran burung,” ujarnya menutup obrolan dengan KH. Seiring petang menjelang KH berpamitan. Karena kebetulan, petang itu Ustadz Sandi Rahman ada jadwal untuk mengisi sebuah forum pengajian.

Kiat penangkaran Murai Ustadz Sandi yang dapat dirangkum KH diantaranta;  perbandingan pemeliharaan dua betina satu pejantan. Dibutuhkan lingkungan asri, sebagai pendingin suhu. Anakan Murai tetep loloh atau suap induk alami, tidak diloloh manusia. Kolam di dalam kandang tidak terlalu dalam, dapat diberi batu-batu kecil. Penanganan pertama sangat berpengaruh di perawatan selanjutnya. Kandang tangkar harus sering dibersihkan. Serta jika masuk kandang harus membawa pakan (jangkrik), agar burung niteni.

[Edi Padmo]

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar