Toko “Bukan Koperasi Desa Merah Putih” di Semanu Viral, Begini Alasan Pemilik

Toko milik Sumantri yang viral di media sosial. (KH)

GUNUNGKIDUL, (KH),– Ada-ada saja kreativitas warga Kabupaten Gunungkidul dalam membangun usaha. Baru-baru ini, sebuah toko kelontong di kawasan Kangkung B, Kalurahan Ngeposari, Kapanewon Semanu mendadak jadi buah bibir masyarakat. Toko tersebut milik Sumantri, seorang pria asal Katongan, Nglipar yang punya cara unik dalam mengenalkan toko miliknya.

Penampilan toko ini sekilas mirip dengan gerai ritel berjejaring yang modern dan rapi. Kelir paduan warna dominan merah-putih dan spanduk besar yang terpasang di depan bangunan mencuri perhatian. Spanduk tersebut menampilkan foto Sumantri sendiri dengan gaya yang sangat formal. Ia mengenakan jas hitam, berdasi, dan memakai peci hitam layaknya seorang pejabat publik yang sedang berkampanye.

Bacaan Lainnya

Daya tarik spanduk itu tidak berhenti pada foto saja. Kalimat yang tertulis di sana pun sangat provokatif dan mengundang rasa penasaran setiap orang yang lewat. Banner tersebut bertuliskan “Toko MAN Bukan Koperasi Desa Merah Putih”. Pemilihan kalimat ini sengaja dilakukan tidak untuk menyentil program pemerintah yang sedang ramai diperbincangkan di tingkat nasional. Ia memanfaatkan hangatnya antusiasme masyarakat atas program Koperasi Desa Merah Putih guna menarik penasaran belaka.

Sumantri mengaku bahwa dirinya tidak terlalu ambil pusing dengan segala kontroversi program pemerintah tersebut.

“Atensi publik yang sedang hangat adalah peluang besar untuk melakukan branding toko baru,” ungkapnya baru-baru ini.

Ide nyeleneh itu terbukti ampuh karena sejak dibuka dua pekan lalu, tokonya langsung viral dan dikenal luas. Masyarakat yang awalnya hanya penasaran kemudian mampir berpeluang mendatangkan penjualan.

Strategi marketing yang unik ini sebenarnya bukan hal baru bagi Sumantri. Toko yang ia buka di Semanu ini adalah cabang kesekian dari usaha-usaha sebelumnya. Pada setiap toko yang ia rintis, ia selalu menerapkan pola branding yang tidak biasa. Ia percaya bahwa di tengah persaingan bisnis yang ketat, menjadi unik dan berani tampil beda adalah kunci utama agar toko cepat dikenal pelanggan.

Selain ide promosinya tidak main-main, Sumantri juga serius dalam urusan manajemen internal. Toko kelontong modern miliknya dikelola dengan sistem yang tertib dan profesional. Ia sangat menekankan pentingnya manajemen keuangan yang disiplin agar bisnisnya tetap stabil. Pelayanan prima kepada pelanggan juga menjadi standar wajib yang tidak boleh diabaikan oleh para pegawainya.

Untuk operasional harian, Sumantri sudah mempekerjakan dua orang karyawan yang bertugas menjaga toko. Para karyawan ini bekerja dengan sistem shift agar pelayanan kepada pembeli tetap maksimal sepanjang hari. Barang-barang yang dijual pun sangat lengkap mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga lainnya yang ditata rapi di rak-rak modern.

“Dengan memanfaatkan momentum isu nasional, kami berhasil dengan mudah mendapatkan perhatian masyarakat,” tandasnya.

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar

Pos terkait