“Berlatih dan Berlatih”, Resep Karnila Mengembangkan Toko Niela Sary

oleh -
Produk makanan dalam kaleng Niela Sary. Foto: Gemma.
iklan dispar
Produk makanan dalam kaleng Niela Sary. Foto: Gemma.
Produk makanan dalam kaleng Niela Sary. Foto: Gemma.

WONOSARI, (KH), — Toko Niela Sary yang beralamat di Jl Pramuka No. 10 Wonosari ini berdiri sejak 18 tahun lalu. Toko ini setia dan fokus menekuni bisnis di bidang roti dan snack, catering, oleh-oleh dan kuliner. Kini, toko ini mengembangkan usahannya ke resto, toko oleh-oleh dan penginapan (05/03/2015).

Pendiri dan pemilik toko ini tidak lain adalah pemilik nama Niela Sary, Karnila Sary. Di sela-sela kesibukannya, Karnila menemui KH pada Kamis (5/3/2015). Ia menjelaskan, bahwa tokonya dibangun mulai dari nol. Ia terus berlatih dan berlatih untuk mempertahankan sehingga bisnisnya mampu berkembang sampai saat ini.

“Berdirinya Toko Niela Sary berawal dari coba-coba membuat kue hanya 1 atau dua. Membuat  terigu, terus kita kursus. Benar-benar dari awal banget. Kita berlatih terus menerus, hingga akhirnya berkembang sampai sekarang, dan sekarang pun tetap berlatih,” ungkap Nila.

Toko Niela Sary konsisten menyajikan roti dan snack, dan melayani pesanan catering untuk keperluan rapat, pernikahan, dan acara-acara lainnya. Toko Niela Sary mengolah dan mengerjakan sendiri setiap pesanan makanan.

“Kita menyediakan makanan roti dan bakery, plus pemesanan makanan untuk rapat-rapat. Itu kita tidak ada setoran, semua bikin sendiri. Mulai dari gorengan, arem-arem, lapis, dan sebagainya bikin sendiri,” tambahnya.

Saat ini, Toko Niela Sary sedang gencar mengembangkan produk makanan olahan dalam kaleng. Awal mula Niela Sary mengembangkan usaha membuat makanan oleh-oleh kalengan bermula dari membuka resto. Ketika banyak wisatawan yang menginginkan membawa sayur Lombok Ijo sebagai oleh-oleh, namun terkendala oleh keawetannya yang mudah basi.

“Berkembangnya setelah makanan itu ke resto, sama catering untuk wedding. Kita merambat ketika buka resto masakan khas Gunungkidul. Setelah itu ada yang banyak bertanya, pengen bawa pulang sayur Lombok ah.. tapi kok basi sampai rumah. Dari situ saya merambah bikin kalengan untuk sayur Lombok Ijo itu” jelasnya.

Usaha untuk memperkenalkan produk olahan makanan kalengan Niela Sary telah dilakukan di berbagai daerah. Kemudian tidak berhenti disitu, Nila mengepakkan sayap usahanya dengan mendirikan sebuah penginapan di area Wonosari.

“Kita sudah melakukan pameran ke Jogja, Jakarta, Batam, dan Brunei. Kini kami sedang proses membuat penginapan Nila Sary, lokasi tak jauh dari Nila Sary pusat. Karena perkembangan wisata Gunungkidul yang cukup signifikan, maka mengembangkan dari restoran ke penginapan” ungkapnya.

Kini, cabang toko Niela Sary terdapat di beberapa titik. Untuk toko roti dan oleh-oleh, terletak di daerah Gambiran arah ke Embung Nglanggeran yang mulai dibuka pada Januari 2015. Kemudian cabang Jalan Siyono, yang merupakan resto dan oleh-oleh sudah berdiri sejak tahun 2007.

Produk olahan makanan kalengan buatan Niela Sary terdiri dari sayur Lombok Ijo, Empal Tuna, Tongseng Ikan, Gudeg khas Jogja, Gudeg daun Pepaya, tongseng Ikan Lumajang. Kisaran harga untuk sayur Rp 20.000 rupiah per kaleng. Sedangkan harga empal tuna dan tongseng ikan sebesar 25.000 rupiah.

Produk tersebut tahan sekitar 1 tahun, tanpa bahan pengawet. Sudah lolos kandungan gizi dan sudah bersertifikat halal. Niela Sary serius dalam mengembangkan produk olahan makanan dalam kaleng ini. Dalam menciptakan produk makanan kaleng tanpa bahan pengawet ini, toko Niela Sary mendapatkan dukungan teknologi dari UPT BPPTK (Balai Pengembangan Proses Teknologi Kimia) LIPI Gunungkidul. (Gemma).

Komentar

Komentar