UN Tidak Jujur, Dinas Siapkan Sanksi Tegas

oleh -
penandatanganan pakta intergritas Foto : Juju
iklan dispar
penandatanganan pakta intergritas Foto : Juju
penandatanganan pakta intergritas Foto : Juju

WONOSARI,(KH) — Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Sudodo mengatakan, Ujian Nasional (UN) bukan lagi sebagai penentu utama kelulusan. Meskipun demikian, penyelenggaraan UN tetap dilaksanakan dengan jujur dan kredibel.

Hal tersebut disampaikan kepada ratusan Kepala Sekolah SMA sederajat dan SMP sederajat pada penandantanagan pakta integritas kejujuran pelaksanaan Ujian Nasional, yang di gelar di Ruang Rapat Disdikpora Gunungkidul, Jumat (10/4/2015).

Dalam kesempatan tersebut Sudodo menegaskan, Apabila diketahui pelaksanaan UN tidak jujur, sivitas akademika sekolah dapat dikenaka sanksi, baik berupa sanksi moral maupun administrasi. “Jika kedapatan tidak jujur, tidak hanya peserta ujian yang akan mendapatkan sanksi, tetapi juga guru dan sekolah,” kata Sudodo.

Demi terselenggaranya pelaksanaan UN yang jujur dan berkualitas, seluruh kepala sekolah diminta menandatangani surat pernyataan yang dibubuhi materai. Dalam Pakta Integritas ada sedikitnya 5 poin yang harus dipahami para kepala sekolah.

“Pendatanganan ini bertujuan untuk menguatkan prinsip agar UN pada tahun 2015 ini tidak tecoreng oleh ketidak jujuran, misalnya mencontek dan guru yang mengajari siswa mengerjarkan soal,”tambah Sudodo.

Sudodo menjelaskan penandatanganan pakta intergritas ini tidak hanya dilaksanakan oleh kepala sekolah yang ada di kabupaten. Sebelumnya seluruh kepala dinas pendidikan seluruh propinsi juga menandatangani kesepakatan serupa.

“Akan kita berikan sanksi tegas kepada pihak yang melanggar. Karena ujian ini sifatnya bukan main-main,” katanya.

Sementara Kepala Sekolah SMA/SMK Gotong Royong, Kecamatan Semin RT. Suhartono, Spd. MM mengatakan, meski tidak lagi sebagai penentu utama kelulusan, pihaknya tetap memandang UN sebagai hal yang penting. Sebab, nilai UN akan digunakan sebagai acuan untuk melanjutkan kejenjang pendidikan yang lebih tinggi.

“Kami mendukung penandatanganan pakta integritas ini demi kejujuran pelaksanaan UN,”jelasnya.

Seberti diberitakan sebelumnya, Tahun 2015 ini, Disdikpora Gunungkidul mencatat, ujian nasional diikuti oleh 17.772 peserta. Terdiri dari 10.300 siswa SMP, 2196 siswa SMA/MA dan 5276 siswa SMK. (Juju)

Komentar

Komentar