Saimo Pimpin IKG Periode 2026–2031: Siap Jalankan Sapta Cita untuk Kemajuan Gunungkidul

Pengukuhan pengurus IKG periode 2026–2031. (dok. IKG)

JAKARTA, (KH),– Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG) resmi memasuki babak baru kepemimpinan. Bertempat di Auditorium Kantor BKN Jakarta pada Minggu (26/4/2026), Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih secara langsung mengukuhkan pengurus IKG Periode 2026–2031 yang kini dinakhodai oleh Saimo sebagai Ketua Umum.

Acara pengukuhan ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, mulai dari Sekretaris Daerah beserta jajaran OPD Kabupaten Gunungkidul, Ketua DPRD Gunungkidul, hingga perwakilan Komisi A DPRD DIY. Hadir pula Kepala Banhubda DIY Nugrohoningsih, Direktur Benihbaik.com Anggit Hernowo, serta jajaran pengurus dari 18 kapanewon dan 7 korwil di wilayah Jabodetabek.

Bacaan Lainnya

Dalam pidato perdananya, Ketua Umum IKG terpilih, Saimo, memberikan apresiasi tinggi kepada pendahulunya, Eddy Sukirman. Di bawah kepemimpinan sebelumnya, IKG dinilai sukses membangun tata kelola yang harmonis, guyub, dan rukun.

Melangkah ke depan, Saimo menegaskan komitmennya untuk mengimplementasikan “Sapta Cita IKG”. Strategi besar ini mencakup tujuh poin utama: penguatan tata kelola organisasi sesuai AD/ART, pengembangan unit usaha menuju kemandirian, pembangunan sekretariat di Lingkungan Sekolah Budi Harapan, serta peningkatan soliditas internal.

Selain itu, IKG akan fokus pada penguatan bidang sosial, pendidikan, olahraga, serta pelestarian budaya Jawa dan Gunungkidul. Saimo juga menekankan pentingnya sinergi kelembagaan dengan pemerintah daerah di Gunungkidul, Jabodetabek, hingga Provinsi Banten secara kolektif dan terukur.

Miniatur Gunungkidul di Perantauan

Eddy Sukirman, yang kini mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Pengawas IKG, mengingatkan bahwa pengurus adalah pelayan bagi sekitar 35 ribu warga diaspora di Jabodetabek. Ia menyebut IKG kini telah bertransformasi menjadi “miniatur Gunungkidul” yang mapan dengan berbagai aset strategis seperti sekolah, gamelan perunggu, wayang kulit, hingga Joglo IKG.

Senada dengan hal tersebut, Humas IKG Tarsih Ekaputra memaparkan data kekuatan organisasi yang luar biasa. Saat ini IKG menaungi sekitar 1.600 organ organisasi, yang terdiri dari 18 Koordinator Kapanewon, 7 Koordinator Wilayah, 144 Koordinator Kelurahan, hingga 1.431 Koordinator Dusun.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, dalam arahannya menekankan bahwa sinergi diaspora adalah kunci kemajuan daerah. Ia mengingatkan pentingnya pembangunan mental dan spiritual di samping pembangunan fisik.

“Kontribusi warga Gunungkidul di perantauan sangat penting. Sinergi antara pembangunan di kampung halaman dan dukungan diaspora menjadi kunci kemajuan Gunungkidul ke depan,” ujar Bupati.

Apresiasi juga datang dari Kepala Banhubda DIY, Nugrohoningsih, yang menyebut IKG sebagai salah satu paguyuban terbesar di Indonesia dengan solidaritas yang kuat. Sementara itu, D. Radjut Sukasworo dari DPRD DIY berharap IKG dapat terus menjadi agen promosi daerah yang efektif melalui peran aktif seluruh anggotanya.

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar

Pos terkait