Ternyata, Gafatar Pernah Ada Di Gunungkidul

oleh -
Sudodo MM, Kepala Disdikpora Gunungkidul. KH
iklan dispar
Sudodo MM, Kepala Disdikpora Gunungkidul. KH
Sudodo MM, Kepala Disdikpora Gunungkidul. KH

WONOSARI, (KH)– Nama organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) menjadi perhatian publik awal tahun ini. Sebabnya, adanya kasus hilangnya Dokter bernama Rica Trihandayani dan anaknya secara misterius tersebut beredar kabar berkaitan dengan keanggotaannya pada Ormas itu.

Ternyata, ormas ini pernah ada di Gunungkidul, tepatnya sekitar akhir 2014 lalu. Diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Sudodo MM, Gafatar pernah mengenalkan diri, lantas mengikuti berbagai kegiatan di Gunungkidul.

“Mengikuti upacara sumpah pemuda di alun-alun juga pernah,” ujar Sudodo, Selasa, (13/1/2016).

Ormas yang tidak terdaftar di Kementrian Dalam Negeri tersebut sebelumnya pernah berbaur dengan masyarakat Gunungkidul mengenalkan diri sebagai Ormas yang bergerak di bidang sosial. “Mereka dulu pernah memberikan tabloid/ majalah kepada Disdikpora,” kata Sudodo lagi.

Pihaknya berharap, peristiwa yang marak dikabarkan akhir-akhir ini tidak terjadi di Gunungkidul, masyarakat khususnya pemuda dihimbau untuk ikut waspada serta mengkomunikasikan dengan pihak terkait jika ada aktivitas dari sekelompok Ormas yang mencurigakan.

Sebelumnya, pihak berwajib telah menyebar informasi melalui media sosial terkait Ormas yang dikenal pernah melaksanakan serangkaian kegiatan dengan mengajarkan  keyakinan secara terselubung itu. Dalam pesan tersebut berisi bahwa Gafatar sebelumnya bernama Al Qiyadah Al Islamiyah, pimpinan Ahmad Mushoddeq.

Informasinya, setelah sekte sesat itu dibubarkan secara formal tokoh-tokoh Ormas itu membuat nama baru yakni Gafatar, kedoknya, mereka adalah Ormas yang bergerak dibidang sosial kemasyarakatan. Sampai saat ini diperkirakan sudah menyebar di 24 daerah (Provinsi) di Indonesia.

“Seruan untuk membubarkan Gafatar juga di lakukan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI),” tulis Bripka Erwin Alfiandy melalui pesan siarannya. (Kandar).

Komentar

Komentar