Terkendala Biaya Pulang, Mahasiswa Asal Gunungkidul Di China Pilih Bertahan

oleh -
Kusyanta menunjukkan foto anaknya yang berada di China. KH/ Kandar.
iklan dispar

PLAYEN, (KH),– Wabah virus Corona di Kota Wuhan, China menjadi kekhawatiran dunia belakangan ini. Selain mudah menular dan mematikan, virus yang diindikasi bersumber dari kelelawar ini belum ada obatnya.

Kekhawatiran dengan merebaknya virus tersebut juga dirasakan Kusyanta (44) warga Dusun Gembuk, Desa Getas, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul. Sebab, anak sulungnya,  Arif Nur Rofiq saat ini sedang menempuh studi di Yangzhou Polytechnic College (YPC) China. Arif saat ini tinggal di mess di kompleks kampus. Dari tempatnya tinggal, Kota Wuhan sumber ditemukannya virus Corona berjarak antara 600 hingga 700 kilometer.

Kusyanta didampingi istri, Maryatun (40) mengatakan, putranya akan tetap bertahan di China meski kabar virus Corona tersiar mengerikan. “Niat dan harapan agar pulang ada, namun terkendala biaya,” kata dia saat ditemui di rumahnya, Rabu, (29/1/2020).

Berbeda dengan Arif yang ingin bertahan, teman-temanya sesama dari DIY yang juga berada di sana hendak pulang ke Indonesia sementara waktu. Berdasar informasi yang Kusyanta peroleh, keluarga teman-teman Arif saat ini sedang mengupayakan kepulangan.

Lelaki yang memiliki usaha tambal ban ini menuturkan bahwa kondisi Arif baik-baik saja. “Kemarin malam habis telepon. Saat ini kegiatan magang sedang diliburkan karena ada virus,” ujarnya.

Selain bertukar kabar dengan dirinya, anak tertua dari tiga bersaudara itu juga menginformasikan aktivitas yang dilakukan belakangan ini. Meski ada penyebaran virus Corona, Arif tetap dapat beraktivitas di luar ruangan seperti biasa. Hanya saja, harus selalu memakai masker.

Arif Nur Rofiq bertahan di China. (ist)

Lebih jauh disampaikan Kusyanta, Arif telah bertolak dari Indonesia dan menetap di sebuah mess dekat kampus tempat belajar sejak September 2018 lalu. Berbekal beasiswa ia memperoleh kesempatan belajar di China. Mulanya ia ingin menempuh pendidikan pada jurusan Automobile Manufacturing. Namun, setelah menyelesaikan program pendalaman bahasa kurang lebih selama satu tahun, Arif lebih memilih jurusan bidang perhotelan.

Kusyanta berharap tidak terjadi apa-apa pada diri anaknya. Melalui sambungan telepon pula ia berpesan agar Arif lebih berhati-hati dan menjaga kesehatan serta tidak meninggalkan ibadah. “Saya serahkan pada Allah, mudah-mudahan baik-baik saja,” tukas Kusyanta. (Kandar)

Komentar

Komentar