Sumarwi, Tokoh Pejuang di Wonosari yang Samar Dikenal Masyarakat

oleh -
Jalan Sumarwi, Wonosari, insert: Muh. Maksum tokoh sepuh yang sedikit tahu tentang asal usul nama jalan tersebut. KH/ Kandar.
iklan hut ri multazam
Jalan Sumarwi, Wonosari, insert: Muh. Maksum tokoh sepuh yang sedikit tahu tentang asal usul nama jalan tersebut. KH/ Kandar.
Jalan Sumarwi, Wonosari, insert: Muh. Maksum tokoh sepuh yang sedikit tahu tentang asal usul nama jalan tersebut. KH/ Kandar.

WONOSARI, (KH)— Masyarakat Gunungkidul secara umum mengenal nama Jalan Sumarwi sebagai salah satu jalan protokol di Wonosari. Jalan yang di kanan kirinya dipenuhi pertokoan yang menjual berbagai kebutuhan masyarakat itu saat ini menjadi ruas jalan dengan lalu lintas yang padat.

Jl. Sumarwi lebih populer dikenal sebagai kawasan bisnis yang menjajakan kebutuhan berupa pakaian, elektronik atau gadget dan otomotif. Tidak banyak yang tahu siapa dibalik nama jalan tersebut, tokoh Sumarwi tidak dikenal dengan jelas seperti halnya nama jalan yang lain.

Penelusuran KH untuk mendapatkan keterangan siapa gerangan Sumarwi itu tidak mudah. Beberapa pihak yang ditemui mengaku tidak tahu sama sekali asal usul nama jalan tesebut. Tidak ada yang mengetahui sejarah pemberian nama jalan itu, seperti yang disampaikan beberapa pegawai senior di Dinas Pekerjaan Umum dan BAPPEDA Kabupaten Gunungkidul. Yang mereka tahu, sejak bertugas dari tahun 1980-an nama jalan itu sudah ada seperti itu, Jalan Sumarwi.

Bahkan pensuinan Kepala UPT Kebersihan Pertamanan PU, Gunarto yang bertugas sejak 1973 juga tidak tahu siapa Sumarwi itu. “Saya hafal hampir semua nama jalan, sedikit banyak tahu tokoh dibalik nama jalan tersebut kecuali Sumarwi itu,” jawab warga Wonosari yang direkomendasikan oleh nara sumber sebelumnya untuk menjadi rujukan penelusuran, Senin, (17/10/2016).

Tidak berbeda jauh dengan Gunarto, nara sumber yang ditemui berikutnya juga mengaku asing dengan nama Sumarwi. Di antaranya Joko Sarjono, tokoh sepuh warga Gadungsari, mantan anggota DPRD Gunungkidul, mantan ketua KPU, mantan Camat, dan mantan Kepala SMAN 1 Wonosari ini juga memberi keterangan nihil.

Demikian juga dengan Suyoto, mantan Kades Wonosari ke-9 ini hanya dapat merekomendasikan untuk bertanya kepada tokoh warga yang jauh lebih tua. Setelah nara sumber berikutnya ditemui, Muhammad Maksum warga Jeruksari Wonosari dapat memberi keterangan. Meski tidak jelas dalam ingatannya, namun ia sedikit lebih tahu tentang nama Jalan Sumarwi itu.

“Yang jelas Sumarwi itu pahlawan kemerdekaan yang pernah ada di Gunungkidul. Ia berjuang antara tahun 1945-1946, sejak saya bertugas di KUA tahun 1955 nama jalan sudah Sumarwi,” kata kakek yang dahulu bertugas sebagai pembantu pencatat pernikahan ini.

Sesuai sumber yang pernah ia dengar, Sumarwi bukanlah tokoh atau pahlawan lokal. Ia adalah pasukan TNI yang ditugaskan di Gunungkidul. Mengenai dipilihnya nama Sumarwi sebagai nama jalan, ia yakin karena pada masa perjuangan itu Sumarwi memiliki peran menonjol.

“Dia bagian dari pasukan militer Jenderal Ahmad Yani. Dahulu kesepakatan pemberian nama-nama jalan kebanyakan dari nama pahlawan. Sewaktu diberikan nama, kondisi jalan itu masih sempit,” kata Muh. Maksum menutup penuturan kepada KH. (Kandar)

Komentar

Komentar