Si Orange Membawa Rejeki

oleh -
Penjual Bunga Tulip di Salam Patuk. Foto: Atmaja.
iklan dispar
Penjual Bunga Tulip di Salam Patuk. Foto: Atmaja.
Penjual Bunga Tulip di Salam Patuk. Foto: Atmaja.

PATUK, (KH) — Warga Desa Salam Patuk pandai memanfaatkan hasil bumi yang berada di Kecamatan Patuk.  Selain dari hasil tanaman buah, pada bulan November hingga Desember ini mereka mendapatkan berkah dari tanaman bunga tulip (disebut demikian oleh masyarakat sekitar) atau yang lebih sering disebut berambangan ini.

Tanaman yang berbunga dari bulan November sampai Desember tersebut memang banyak ditemui sepanjang jalan di Desa Salam. Masyarakat mempunyai inisiatif untuk menjual tanaman tersebut karena tanaman tersebut terlalu banyak tumbuh di pekarangan rumah warga.

“Tadinya dibuang karena tidak bisa digunakan untuk pakan ternak. Ada yang mempunyai ide bagus, tanaman bunga dikemas dengan plastik, untuk menutupi akar. hasilnya tanaman bunga tampak lebih menarik untuk dijual,” kata Wagino warga Ngasemayu Salam.

Ia memaparkan, awalnya ragu kembang seperti ini bisa dijual, karena mereka menganggap itu hanya bunga berambangan biasa. Ia tidak percaya ketika awal November yang lalu mampu menghasilkan uang sebesar Rp 500 ribu dari kembang tersebut.

“Luar biasa, ternyata sesuatu yang dianggap biasa, justru memghasilkan sesuatu yang lebih. Sampai saat ini hasil dari kembang tersebut kurang lebih Rp 3 juta dari bulan November,” paparnya.

Kemunculan bunga tersebut hanya terjadi saat musim penghujan tiba. Dengan kata lain, hanya dapat ditemukan sekali dalam setahun. Bagi masyarakat justru akan membuat daya tarik tersendiri, karena bunga hanya dapat ditemui setahun sekali. “Ya, ini kami anggap sebagai berkah sebelum datangnya musim buah yang selalu dijual pada musim hujan, seperti duren, sawo, dan pete,” ujarnya.

Hal yang sama dirasakan Wagiyanti warga Ngasemayu, Salam. Dari kembang tersebut mampu menghasilkan 1 ekor kambing, dan sebagian lagi digunakan untuk keperluan lain. Ia mengaku pada awalnya sempat memotongi tumbuhan yang tumbuh di sekitar rumahnya tersebut.

“Saya melihat tetangga menjual, dan laku. Kemudian, saya mengikuti untuk menjualnya. Allhamdulilah hasilnya bisa ditabung buat beli kambing,” pungkasnya. (Atmaja/Tty)

Komentar

Komentar