Puskesmas 1 Ponjong Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Anak

oleh -
iklan dispar
sosialisaiksa
Suasana Sosialisasi Foto : Hari

PONJONG, (KH) — Tingginya angka kekerasan terhadap anak dan perempuan, membuat prihatin berbagai kalangan di Gunungkidul. Menanggapi hal ini Puskesmas 1 Ponjong mengadakan sosialisasi kepada masyarakat Desa Ponjong, Kecamatan Ponjong. Peserta sosialisasi adalah kader-kader perwakilan dari masing-masing padukuhan di Desa Ponjong. Acara dilaksanakan pagi tadi bertempat di Balai Desa Ponjong, Ponjong, Gunungkidul.

Dalam sosialisasi Hari ini Puskesmas 1 Ponjong turut mengundang Suka Priyana dari Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dan Muhammad Thanthowi, Menejer Divisi Pengorganisasian Masyarakat dan Advokasi dari Rifka Annisa.

Kekerasan seksual pada anak adalah segala kegiatan seksual yang dilakukan dengan anak di mana anak tidak sepenuhnya memahami atau tidak mampu memberi persetujuan, baik ada perlawanan atau tidak, ancaman atau tidak (Kemenkes, 2009). Pengertian dari anak sendiri adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih di dalam kandungan (Undang-undang Perlindungan Anak RI No. 23 tahun 2002).

Retno Wulandari selaku panitia sosialisasi mengatakan, perlunya sosialisasi tentang pencegahan kekerasan seksual pada anak, karena pemikiran masyarakat masih menganggap hal ini sebagai aib dan tidak perlu dipublikasikan atau pun dilaporkan ke pihak terkait. Rabu(14/1/2015)

Untuk mencegah kekerasan seksual pada anak, peran masyarakat sangatlah penting , hal ini juga tertulis dalam UU Perlindungan anak pasal 72 yang berbunyi  (1)Masyarakat berhak memperoleh kesempatan seluas-luasnya untuk berperan dalam perlindungan anak. (2) Peran masyarakat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan oleh orang perseorangan,lembaga perlindungan anak, lembaga sosial kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat, lembaga pendidikan, lembaga keagamaan, badan usaha, dan media massa.

Muhammad Thanthowi mengatakan, sangat mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas 1 Ponjong dan menunggu kelanjutan dari sosialisasi ini.

“Saya sangat senang, karena khusus di Kecamatan Ponjong, terutama Puskesmas 1 Ponjong proaktif dalam hal pencegahan kekerasan seksual terhadap anak dan bermitra dengan Rifka Annisa,” tambah Thanthowi.

Banyak modus yang digunakan oleh para pelaku tindak kekerasan seksual terhadap anak. adapun modus yang paling sering digunakan, adalah pertama pelaku menggunakan cara cara pendekatan yang manipulatif, contohnya bermain dokter-dokteran.

Yang kedua, pelaku menggunakan iming-iming. contohnya memberi permen, roti, mainan, dan sejumlah uang.

Yang ketiga, pelaku mengancam dengan senjata tajam, mengancam akan memukul korban, mengancam menyakiti orang yang disayangi korban, atau langsung dipaksa diposisikan agar memudahkan pelaku melakukan aksinya.

Pencegahan kekerasan seksual pada anak adalah tanggung  jawab orang dewasa. Hal –hal dasar yang bisa dilakukan, adalah mengajarkan perilaku wajar dalam pergaulan, berkomunikasi dengan anak tentang apapun, perhatikan orang yang dekat dengan anak, serta perhatikan penggunaan teknologi pada anak. (Hari/Tty)

Komentar

Komentar