Relief Taman Geopark Gunung Sewu Akan Dibenahi

oleh -
iklan dispar

PicsArt_1421224541197WONOSARI, (KH)  — Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan (KAPEDAL) akan menata kembali Taman Geopark di Patuk yang bertuliskan “Welcome to Geopark Gunung Sewu”. Ada beberapa faktor yang menjadikan alasan Kapedal untuk menata kembali bangunan tersebut.

Kepala Kapedal, Irawan Jatmiko mengungkapkan, adanya tulisan tersebut menjadikan kawasan sekitarnya memiliki keindahan tersendiri. keindahan untuk menyambut wisatawan yang berkunjung ke Gunungkidul. Ditambah dengan adanya taman di sekitar kawasan tersebut yang dapat digunakan untuk persinggahan para wisatawan, semakin lengkap sambutan kepada wisatawan.

“Setiap hari libur maupun musim liburan tempat tersebut ramai digunakan para wisatawan untuk mengabadikan momen saat berkunjung ke Gunungkidul,” katanya, Rabu (13/1/15).

Lebih lanjut Irawan memaparkan, adanya tulisan tersebut selain memberi efek positif, juga dapat membahayakan bagi para wisatawan yang ingin berfoto-foto. Hal tersebut diungkapkan Irawan setelah mendapati wisatawan yang nekat memanjat di tulisan Geopark Gunung Sewu tersebut.

“Sangat membahayakan, jika para wisatawan nekat memanjat di dekat tulisan tersebut. Terlebih pada jalur tersebut merupakan jalur utama Jogja-Wonosari yang lalulintasnya  padat,” paparnya.

Irawan berencana akan membuat air mancur di sekitar tulisan tersebut dan memberi pagar guna mencegah wisatawan yang ingin berfoto-foto. Relief dikhawatirkan akan cepat rusak jika banyak yang memanjat untuk berfoto-foto.

Untuk rencana pembuatan air mancur, Irawan akan berusaha untuk membangunnya pada tahun ini. Menurutnya semakin cepat akan semakin baik. “Memang belum ada kejadian wisatawan terjatuh saat memanjat, tetapi dari pada menunggu sampai terjadi hal yang tidak diinginkan, kita berusaha untuk mengantisipasi,” imbuhnya.

Irawan berharap, wisatawan tidak memanjat untuk berfoto-foto maupun untuk melakukan kegiatan lainnya. “agar tidak lalu lalang di sekitar jalur tersebut, karena lalulintas yang padat dan membahayakan,” tandas Irawan.

Komentar

Komentar