Salah satu pedagang sapi asal Sambipitu, Patuk, Harsono mengaku khawatir dengan kemunculan Antraks. Dia mengungkapkan, hewan ternak mengalami penurunan harga.
“Antara Rp2 hingga Rp3 juta turunnya. Kalau kambing lebih banyak lagi,” kata dia saat ditemui di pasar hewan, Rabu, (2/2/2022).
Dia berharap penanganan secepat dan seefektif mungkin dilakukan. Sehingga usaha jual-beli ternak yang dilakukan masyarakat tidak terdampak serius.
Kepala Pengelola Pasar Hewan Siyono, Isnaning Suindarti mengatakan, dampak Antraks belum begitu berpengaruh. Menurut pengamatannya penurunan harga yang terjadi baru berkisar 10 persen.
“Belum banyak penjual hewan yang mengetahui kabar tersebut. Namun ada sebagian yang mengaku resah,” ujarnya.
Guna mengantisipasi penularan, pengelola pasar telah menerapkan prosedur. Hewan ternak yang dibawa harus melewati ruang Dipping.
“Ruang ini berfungsi untuk melakukan disinfeksi atau membersihkan hewan yang masuk. Jika ditemukan tak sehat kami meminta agar segera di bawa keluar dari pasar. Dokter hewan juga kami siagakan,” imbuh Isnaining. (Kandar)