Bertambah, Warga yang Alami Gejala Seperti Kena Antraks Jadi 26 Orang

oleh -
Antraks
Penanganan antraks dilakukan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul diantaranya dengan pemberian antibiotik dan penyiraman formalin. (Istimewa)
iklan golkar idup fitri

GUNUNGKIDUL, (KH),-– Warga Gunungkidul yang mengalami gejala sakit diduga terkena Antraks bertambah. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty, Rabu, (2/2/2022) malam.

“Yang mengalami gejala bertambah 3 orang. Sebelumnya susah ada 23 kasus, dengan demikian sekarang menjadi 26 kasus,” kata dia.

Diinformasikan sebelumnya, satu diantaranya sempat dirujuk ke rumah sakit karena gejalanya meningkat. Namun demikian, yang bersangkutan tak menjalani rawat inap.

“Semua warga yang bergejala menjalani rawat jalan dan berada di rumah masing-masing,” ungkap Dewi.

Sementara itu, dalam penanganan ternak, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan telah melakukan serangkaian upaya guna meminimalisir penyebaran.

Tindakan pemberian antibiotik dan penyiraman formalin dilakukan di dua kalurahan yang terdapat belasan sapi mati terkonfirmasi Antrkas.

“Pemberian antibiotik dilakukan di Kalurahan Hargomulyo Kapanewon Gedangsari dan Kalurahan Gombang, Kapanewon Ponjong,” kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, drh Retno Widyastuti.

Dia menambahkan, ada dua faktor risiko yang menyebabkan munculnya kasus yang terjadi di Gombang dan Hargomulyo. Pertama karena lalu lintas ternak, sementara ke dua, khususnya di Gombang masih berkaitan dengan kasus tahun 2020 lalu.

“Di wilayah yang terdapat ternak mati terkonfirmasi antraks ada warga yang melayani jasa transportasi angkutan ternak, ada kemungkinan dari luar. Lalu untuk kasus Gombang, dulu ada yang proses penyembelihannya di atas tanah, jika terkena air hujan, bakteri dapat menyebar ke banyak arah dan bertahan lama. Jika menempel di rumput lalu dimakan ternak maka kasus muncul lagi,” papar Retno. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar