Muncul Antraks di Gunungkidul, Harga Sapi Sedikit Menurun

oleh -
Antraks
Pedagang sapi di Pasar Hewan Siyonoharjo, di Playen, Gunungkidul sedang menarik sapi. (KH)
iklan golkar idup fitri

GUNUNGKIDUL, (KH),– Paparan Antraks kembali muncul di Gunungkidul. Belasan sapi mati terkonfirmasi Antraks terjadi di Kalurahan Gombang, Kapanewon Ponjong. Di wilayah ini terjadi endemi Antraks antara tahun 2019/2020. Awal tahun ini infeksi Antraks juga muncul di Kalurahan Hargomulyo, Kapanewon Gedangsari.

Berdasar pantauan di Pasar hewan Siyonoharjo, di Kapanewon, Playen Gunungkidul kemunculan Antraks belum begitu berpengaruh. Sebagian pedagang ada yang belum tahu, namun sebagian yang lain sudah mendengar bahkan merasakan dampaknya.

Salah satu pedagang sapi asal Sambipitu, Patuk, Harsono mengaku khawatir dengan kemunculan Antraks. Dia mengungkapkan, hewan ternak mengalami penurunan harga.

“Antara Rp2 hingga Rp3 juta turunnya. Kalau kambing lebih banyak lagi,” kata dia saat ditemui di pasar hewan, Rabu, (2/2/2022).

Dia berharap penanganan secepat dan seefektif mungkin dilakukan. Sehingga usaha jual-beli ternak yang dilakukan masyarakat tidak terdampak serius.

Kepala Pengelola Pasar Hewan Siyono, Isnaning Suindarti mengatakan, dampak Antraks belum begitu berpengaruh. Menurut pengamatannya penurunan harga yang terjadi baru berkisar 10 persen.

“Belum banyak penjual hewan yang mengetahui kabar tersebut. Namun ada sebagian yang mengaku resah,” ujarnya.

Guna mengantisipasi penularan, pengelola pasar telah menerapkan prosedur. Hewan ternak yang dibawa harus melewati ruang Dipping.

“Ruang ini berfungsi untuk melakukan disinfeksi atau membersihkan hewan yang masuk. Jika ditemukan tak sehat kami meminta agar segera di bawa keluar dari pasar. Dokter hewan juga kami siagakan,” imbuh Isnaining. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar