MIN Wonosari Maju Penilaian Adiwiyata Tingkat Propinsi

oleh -
Tim pemilai sekolah Adiwiyata melihat hasil pembuatan pupuk organik. KH/ Kandar
iklan dispar
Tim pemilai sekolah Adiwiyata melihat hasil pembuatan pupuk organik. KH/ Kandar
Tim pemilai sekolah Adiwiyata melihat hasil pembuatan pupuk organik. KH/ Kandar

WONOSARI, (KH)— Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Wonosari, Kamis, (26/5/2016) diverifikasi atau mendapat penialian oleh Tim Penilai Sekolah Adiwiyata tingkat Propinsi. Rombongan tim yang terdiri dari beberapa unsur itu disambut warga sekolah dengan didampingi Kementrian Agama (Kemenag) Gunungkidul.

Kepala Kemenag, Nur Abadi MA, sesaat sebelum dilakukan verifikasi administrasi dan bukti kegiatan sekolah berwawasan lingkungan mengatakan, pihaknya turut bangga dengan sekolah yang mengupayakan cara pendidikannya berintegrasi dengan lingkungan.

“Kami mendukung penuh kepada sekolah yang membekali anak dengan karakter positiff,” ucapnya.

Rombongan yang dipimpin oleh ketua tim penilai, Sri Lestari dari BLH DIY ini kemudian menuju titik-titik kegiatan sekolah, beberapa diantaranya, pembuatan pupuk organik berasal dari daur ulang sampah, pemanfaatan air limbah wudhlu sebagai kolam ikan, Taman hijau dan lainnya.

“Sekolah yang melaksanakan program Adiwiyata akan mendapat banyak manfaat, paling tidak lingkungan sekolah menjadi sehat,” ujar Sri Lestari.

Kepala Sekolah MIN Wonosari, Zainal Abidin mengungkapkan, sekolah telah berupaya mewujudkan visi misi sekolah berbasis lingkungan, salah satunya dengan menuangkan tujuan tersebut ke dalam silabus dan program pembelajaran, kemudian dipraktekkan.

Sementara itu, salah satu anggota tim penilai, Barul Budiati, menambahkan, sekolah Adiwiyata merupakan program dari Kementrian Lngkungan Hidup untuk jenjang setingkat SD SMP dan SMA. Arah dari program ini untuk membekali anak agar berkarakter peduli dan berwawasan lingkungan.

“Dampaknya jangka panjang antara 10 hingga 15 tahun kemudian, anak-anak yang diberi pembelajaran maka suatu saat nanti akan menjadi generasi penerus yang cinta dan peduli terhadap lingkungannya,” kata Budiati. (Kandar)

Komentar

Komentar