Lihat Status WA Donasi Ambulan, Bocah Kelas 4 SD Pecah Celengan Ikut Nyumbang

oleh -
Donasi ambulan
Aulyn bersama ibunya, Eni. (KH/ Kandar)

WONOSARI, (KH),– Kedermawanan dapat terbentuk sejak dini. Seperti yang dilakukan Aulyn Faiqia Putri Nareswari siswa kelas 4 SDN Baleharjo, Wonosari, Gunungkidul ini.

Kegemarannya menabung tak membuatnya irit untuk berbagi. Ia menjadi salah satu donatur paling belia pada gerakan penggalangan dana pengadaan ambulan yang diinisiasi kalangan muda Kalurahan Baleharjo. Sebab saat ini usianya baru menginjak 10 tahun.

“Kepingin ikut bantu pembelian ambulan. Semoga nanti bermanfaat untuk menolong orang sakit, cepat dibawa ke rumah sakit,” kata Aulyn dengan polos saat ditemui di kediamannya di Baleharjo, Kamis (9/92021).

Didampingi ibunya, ia bercerita. Awal mula niatnya menyumbang muncul saat melihat postingan story WA di gadget milik ibunya.

Dirinya sempat bertanya memperjelas materi story WA yang tidak sengaja ia lihat. Setelah mendapat jawaban bahwa karangtaruna di kalurahannya sedang menggalang donasi pengadaan ambulan atau mobil operasional bidang kesehatan, Aulyn lantas memgutarakan niat ingin turut serta menjadi donatur.

Uang yang ingin disumbangkan, tak lain dari hasilnya menabung selama kurang lebih dua bulan. Tabungan di celengan ayam kemudian dibuka. Seluruh isinya, Rp253.000 ia serahkan seluruhnya.

Ibu Aulyn, Eni Lestari tak menyangka anaknya punya keinginan untuk ikut berderma. Eni pun mengaku merasa haru sekaligus bangga.

“Saat saya tanya, apa punya uang?, ternyata uang di celengan yang mau disumbangkan,” kata Eni menambahkan keterangan.

Eni melanjutkan, karena donasi dihimpun melalui nomor rekening karang taruna, ia lantas menghubungi salah satu panitia pengumpulan dana.

“Saya minta bantuan supaya dibantu proses transfer ke rekening yang dipakai untuk pengumpulan donasi,” sambung ibu tiga anak ini.

Tak berniat sombong, dirinya bercerita, putri bungsunya memang memiliki kepekaan sosial dan suka membantu.

“Cukup sering minta dibelikan peralatan sekolah, seperti penghapus dan pensil. Setelah saya tanya, bukan karena hilang, tapi dikasih teman sekolah yang kebetulan tidak punya,” terang Eni.

Eni sedikitpun tak mempermasalahkan kebiasaan putrinya itu. Termasuk saat berniat ikut menyumbang pengadaan ambulan. Ia justru bangga putrinya turut terpanggil.

“Mungkin muncul dari beberapa kali pengalaman mengetahui ada kejadian kecelakaan lalu lintas, kemudian ambulan lama datangnya,” beber Eni menyampaikan dugaan yang melatarbelakangi anaknya ikut menyumbang pengadaan ambulan.

Baleharjo
Adnan Yuniar Kumorojati, salah satu inisiator penggalangan dana pengadaan ambulan kalurahan. (KH/ Kandar)

Salah satu inisiator penggalangan dana pengadaan ambulan, Adnan Yuniar Kumorojati mengungkapkan, selepas diumumkan pada 29 Agustus 2021 lalu, hingga saat ini telah terkumpul Rp63.500.000.

“Kalurahan memang belum punya mobil ambulan atau kendaraan operasional bidang kesehatan. Kami punya pengalaman kesusahan nyari mobil untuk keluarga yang sakit dalam kondisi darurat,” terang Adnan.

Lelaki yang punya rutinitas jadi MC ini mengisahkan, ide dari beberapa tokoh yang sebagian besar berasal dari kalangan pemuda di Baleharjo itu lantas dimatangkan. Dibuatlah kesepakatan untuk menggalang donasi.

“Selain sosialisasi secara langsung, kami manfaatkan media sosial. Respon ternyata cukup baik, tak hanya warga Baleharjo, dari luar wilayah tak sedikit ikut menyumbang. Sumbangan diantaranya juga datang dari perantau asal BaleharJo,” kata Adnan panjang lebar.

Dalam mengelola dana sumbangan, sambung dia, selalu mengedepankan azas transparansi dan keterbukaan. Dana yang masuk ke rekening selalu diinformasikan secara realtime ke publik dan donatur melalui medsos.

“Pihak kalurahan mendukung. Nanti jika terwujud, operasional mobil dikelola karangtaruna,” tukas dia. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar