Dalam Dua Hari Terdapat 9 Warga Gunungkidul Meninggal Berstatus Positif COVID-19

oleh -
Ilustrasi mayat, sumber: internet.
iklan golkar idup fitri

GUNUNGKIDUL, (KH),– Dalam dua hari, Sabtu, (19/3) dan Minggu, (20/3) jumlah warga Gunungkidul yang meninggal dunia berstatus positif COVID-19 cukup banyak. Berdasar laporan Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul, ada 9 warga meninggal dunia berstatus positif COVID-19.

Kepala Dinkes Gunungkidul, Dewi Irawaty menyebut pada hari Sabtu, (19/3) terdapat 7 warga meninggal dunia. Sementara sehari berikutnya ada 2 warga meninggal dunia.

“Dari 9 warga yang meninggal dunia 8 diantaranya belum menerima vaksinasi. Untuk penyebabnya ada komorbid dan kondisinya lansia,” kata Dewi, Minggu, (20/3/2022).

Namun demikian dia mengungkap bahwa terjadi penurunan penularan COVID-19 di Gunungkidul. Tren melandainya kasus baru mulai dirasakan sejak 12 Maret. Saat itu tercatat ada 52 kasus baru, di mana sehari sebelumnya ada 106 kasus baru. Penurunan kasus penularan terus terjadi hingga hari Minggu, (20/3). Data yang ia miliki hanya ada 23 kasus baru warga terkonfirmasi positif COVID-19.

“Dalam dua hari itu penambahan kasusnya juga tak lebih dari 100. Yakni 66 kasus baru dan 23 kasus,” imbuh Dewi.

Lebih jauh disampaikan, hingga saat ini ada 1073 warga dirawat karena berstatus positif COVID-19. Sebagian besar mereka menjalani isolasi mandiri.

“Yang dirawat di
rumah sakit hanya 42 pasien. Sementara kami sediakan 135 tempat isolasi,” ungkap Dewi.

Dia berharap, puncak penularan telah terlewati seperti keterangan yang disampaikan pemerintah pusat beberapa waktu lalu. Akan tetapi Dewi meminta masyarakat untuk tetap waspada. Terutama agar selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes) saat beraktivitas. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar