Pantai Ngobaran, Tempat Liburan di Jogja Rasa Bali

oleh -
oleh
ngobaran
Pantai Ngobaran. (foto: mytrip123.com)
iklan dprd

GUNUNGKIDUL, (KH),– Pantai Ngobaran terletak di Desa Kanigoro Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul. Lansekap kawasan pantai mayoritas terdiri dari tebing batu karang. Ada area pantai berpasir namun tak begitu luas. Selain sebagai destinasi wisata, pantai ini juga menjadi tempat sembahyang umat Hindu. Terdapat Pura Segara Wukir di pinggir pantai yang dilengkapi simbol-simbol keagamaan, termasuk prasasti Candi Kejawan.

Arsitektur segenap bangunan benar-benar khas, mirip dengan yang ada di Pulau Bali. Karena itu, mengunjungi pantai Ngobaran membuat wisatawan merasa berada di Pulau Dewata. Lebih lengkap lagi, di sudut yang lain terdapat arca Ganesha dan Siwa serta miniatur Candi Borobudur.

Tiap menjelang Hari Raya Nyepi, Pantai Ngobaran pun menjadi tempat berlangsungnya tradisi upacara Melasti. Umat Hindu yang terlibat berasal dari Kabupaten Gunungkidul dan seputar Jawa Tengah.

ngobaran
Upacara Melasti di Pantai Ngobaran Gunungkidul. Foto: Kandar.

Melasti di Pantai Ngobaran

Pelaksanaan Upacara Melasti di Pantai Ngobaran yang dilaksanakan tiap Purnamaning IX. Ritual ini merupakan rangkaian Hari Raya Nyepi. Dipilihnya Pantai Ngobaran karena memiliki atmosfir spiritual dan historis.

iklan golkar idul fitri 2024

Upacara Melasti diisi dengan beberapa rangkaian prosesi dan ritual. Diawali dengan meng-arak Pekuluh dari seluruh pura di Gunungkidul menuju pantai yang diiringi Mantra Suci dan Kidung Suci yang dipimpin oleh Wasi atau Pinandita. Prosesi ini menggambarkan laku spiritual atau laku prihatin demi menuju kesempurnaan. Memuat pesan bahwa manusia mesti berjalan di jalan kebenaran. Perjalanan manusia dipimpin oleh Tuhan Yang Maha Esa, yang disimbolkan dengan ‘Asepan’. Iringan yang membawa ‘asepan’ diikuti oleh umat yang melakukan puja mantra dan ungkapan terimakasih dengan membawa simbol-simbol kemenangan dan gunungan yang diiringi tetabuhan musik khas.

Ritual dilnjutkan persembahan kepada Hyang Widhi Wasa. Diawali dengan pensucian dan ‘Ngaturan Banten’ dilanjutkan ‘Prayascitta’ dan Mabyakala’ sebagai simbol mensucikan lingkungan Pura Segara Wukir Pantai Ngobaran, baik Sekala maupun Niskala lalu dilanjutkan dengan ‘Mepradaksina’dan ‘Turun Bethara’, yaitu melinggihkan Dewa Pura Segara Wukir. Lalu, disusul tarian sakral berupa tari gambyong yang dipersembahkan kepada para Dewa.

Setelah itu, upacara dilanjutkan dengan mengusung Pratima menuju Paseban Pantai Ngobaran untuk disucikan. Meliputi Buana Agung dan Buana Alit. Dalam ritual ini juga dilaksanakan Labuhan sesaji yang dipersembahkan kepada penguasa laut Pantai Selatan (Kanjeng Ratu Kidul), dengan memohon segala manifestasi Tuhan untuk memberikan anugerah kesucian dengan dihadapkan ke samudra sekaligus memohon tirta amerta (air kehidupan).

Sebagai penutup, upacara dilakukan Grebeg, yaitu memperebutkan gunungan yang berisi segala bentuk hasil bumi, isi alam semesta (Pametuning Jagad) yang telah disucikan. Isi dari gunungan merupakan simbol berkah yang akan dibawa pulang oleh seluruh Umat Hindu di Gunungkidul pada khususnya.

Momentum Melasti sering menjadi objek pecinta fotografi untuk diabadikan. Wisatawan pun tak sedikit yang tertarik menyaksikan rangkaian upuacara tersebut.

Pantai Ngobaran Pernah Raih Predikat Destinasi Wisata Kebhinekaan

Destinasi wisata ini pernah menyabet predikat sebagai destinasi wisata kebhinekaan. Selain terdapat Pura dan bangunan pendukungnya, di dekat dengan kawasan area pantai berpasir juga terdapat bangunan Mushola.

Nuansa sakral cukup terasa di pantai ini. Hal itu terbentuk dengan adanya jejak aktivitas spiritual di kawasan pantai berupa sesaji dan kemenyan. Masyarakat setempat sebagian memang masih meyakini tradisi atau ajaran kejawen. Salah satu latar belakangnya yakni adanya legenda yang mengisahkan raja terakhir Majapahit, Brawijaya melakukan ritual pati obong serta diyakini pula mokswa di tempat ini.

Panorama Pantai Ngobaran tak boleh disepelekan. Gugusan tebing serta banyak spot menarik membuat wisatawan yang hobi dengan fotografi selalu merasa puas dengan gambar yang dihasilkan. Pilihan background sejumlah bangunan pun bisa membuat orang-orang mengira wisatawan sedang berada di Pulau Bali.

Rute Menuju Pantai Ngobaran

Dari Kota Yogyakarta jarak pantai ini kurang lebih 65 kilometer. Waktu tempuhnya sekitar 1,5 jam. Rute guna mencapai pantai Ngobaran, cukuplah mudah. Wisatawan bisa memulai perjalanan dari Koya Yogya lansgung menuju jalan Jogja – Wonosari. Setelah tiba di sebelah barat Kota wonosari tepatnya kawasan Lanud Gading, anda dapat menuju arah Paliyan. Terus melaju, usai dari Paliyan Kemudian arahkan mobil atau motor anda  ke arah Saptosari. Tiba di kecamatan ini kondisi jalan berkelok dan naik turun. Untuk itu, wisatawan harus hati-hati.

Dengan membayar retibusi Rp10 ribu, anda dapat menjelajah beberapa pantai selain Ngobaran. Ada Nguyahan dan Ngrenehan. Jika berminat, di kawasan pantai yang menyabet predikat sebagai obyek wisata kebhinnekaan ini ada jasa foto yang terjangkau. Cukup Rp10 ribu saja untuk 3 bidikan.

Fasilitas di pantai ini terbilang komplit. Ada toilet, warung makan, spot foto, area parkir yang luas hingga kawasan untuk camping. Saat sore, banyak pilihan sudut kawasan tebing yang apik dijadikan tempat duduk untuk melihat sunset. (Kandar)

Baca artikel lain di Google News.

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar