Beredar Info Kelapa Hijau Bantu Penyembuhan Pasien COVID, Pedagang Panen Order

oleh -
kelapa muda
Penjual kelapa muda mengalami kenaikan permintaan. (istimewa)

WONOSARI, (KH),– Di tengah Pandemi yang semakin menjadi, ketakutan masyarakat terhadap Covid-19 tak bisa dihindarkan. Ketakutan ini semakin menjadi dengan situasi penuhnya fasilitas kesehatan oleh pasien Covid-19.

Kondisi darurat yang terjadi membuat masyarakat banyak yang berspekulasi terkait pencegahan maupun upaya penyembuhan orang yang terinfeksi Covid-19 dengan bahan-bahan alami yang ada di sekitar.

Salah satu kabar yang sempat beredar luas adalah tentang khasiat air kelapa muda (degan  wulung), yang dicampur dengan perasan jeruk nipis, madu dan sedikit garam. Campuran ini dipercaya sebagai ramuan ampuh untuk membantu penyembuhan orang terinfeksi COVID-19.

Air kelapa muda, terutama jenis Degan Wulung (degan yang kulitnya berserat merah), akhir-akhir ini banyak dicari oleh masyarakat, terutama yang sedang menjalani isolasi mandiri. Memang sejak lama masyarakat mempercayai bahwa degan wulung ini banyak mempunyai khasiat untuk pengobatan penyakit dalam.

Santernya informasi mengenai khasiat air kelapa muda jenis wulung itu menjadi berkah tersendiri bagi penjual kelapa muda. Omset mereka pada masa Pandemi ini naik dengan drastis.

Seperti yang diungkapkan oleh Musiran (45) warga Padukuhan Grogol V, Kalurahan Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul. Musiran berdagang kelapa muda di Jln. Kolonel Sugiyono, Wonosari Gunungkidul, sejak 7 tahun silam.

“Di masa Pandemi, terutama minggu-minggu ini, saya kewalahan melayani pembeli, bahkan sering kehabisan stok, padahal biasanya kelapa muda dagangan saya laris hanya pada bulan puasa,” terang Musiran.

Dia melanjutkan, bahwa saat ini dalam sehari dirinya mampu menjual lebih dari 300 butir kelapa muda.

“Kelapa muda ini banyak dipesan oleh keluarga yang melakukan isolasi mandiri, saya malah taunya dari pembeli, katanya bisa menghilangkan virus Corona dan penyakit dalam lainya,” ujarnya.

Diungkapkan, dari banyak pesanan, jenis degan wulung lebih banyak diminati. Meski jumlah permintaan tinggi, Musiran mengaku bahwa dia tidak menaikan harganya.

“Untuk kelapa muda jenis wulung, saya jual dengan harga Rp15 ribu per butirnya, sedangkan untuk kelapa muda biasa, saya jual Rp11 ribu. Saya tidak menaikkan harganya, harga itu masih sama seperti ketika sebelum pendemi Covid-19,” terangnya.

Musiran melanjutkan, alasan dia tidak menaikkan harga karena demi kemanusiaan. Dia berniat selain berbisnis juga untuk menolong sesama. Dirinya tidak ingin mencari untuk berlebih pada situasi darurat.

“Harga segitu saya sudah untung, keadaan sekarang semuanya sedang susah, semoga bisa sedikit membantu masyarakat,” timpalnya.

Musiran melanjutkan, dengan omset seperti itu, dirinya mengakui bahwa dalam sehari keuntungan yang ia dapat dari menjual kelapa muda baik jenis wulung maupun biasa, bisa sampai sekitar Rp3 juta.

“Untuk stok, kalau hanya mengandalkan dari Gunungkidul agak susah, jadi saya mencari stok hingga Kebumen, Jawa tengah,” pungkasnya.

Sementara itu, dihubungi secara terpisah, Direktur Rumah Sakit Daerah Saptosari Gunungkidul, dr. Eko Darmawan, memberikan argumentasinya tentang khasiat air kelapa muda yang diinformasikan dapat mengobati Covid-19.

“Dari sisi medis kedokteran, memang belum pernah ada uji klinis atau penelitian yang menyatakan bahwa air kelapa muda bisa menangkal atau menyembuhkan Covid-19,” terang dr Eko.

Menurut dr Eko, air kelapa muda memang mempunyai kandungan nutrisi dan mineral dalam jumlah tinggi, terutama  Kalsium, Kalium, Magnesium, Natrium, Mangan dan Fosfor.

“Air kelapa muda juga rendah kolesterol dan gula, selain itu, air kelapa memang sudah lama dikenal sebagai sumber anti-oksidan yang baik untuk tubuh yang dapat menjaga fungsi terutama pasokan energi serta keseimbangan elektrolit. Air kelapa juga dapat digunakan sebagai pengganti koktail energi yang manis dan sangat efektif dalam merehidrasi tubuh untuk mengisi kembali cairan yang hilang akibat aktivitas tubuh,” terang dr Eko panjang lebar.

Walau punya banyak manfaat, dr Eko menyarankan untuk tidak terlalu banyak minum air kelapa. Sebab, jika terlalu banyak mengkonsumsi air kelapa muda juga bisa  berdampak tidak baik untuk tubuh.

Dia menyarankan konsumsi air kelapa muda bisa dilakukan seminggu sekali. Campuran bahan lain juga harus dipertimbangkan kadar di dalamnya. Terutama yang tinggi kandungan Kalium atau Natrium. Karena, jika berlebih dapat menyebabkan ketidak seimbangan elektrolit dalam tubuh.

“Air kelapa muda untuk mengobati Covid19, memang belum pernah ada uji klinis, tapi memang baik untuk meningkatkan imunitas  tubuh. Untuk peningkatan imunitas, perlu pula mengkonsumsi vitamin dari bahan makanan lain, dan sering berolahraga ringan,” pungkas dr Eko. (Edi Padmo)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar