Kawasan Pantai Sepanjang Berkembang Menjadi Kawasan Budidaya Hortikultura

oleh -
bawang merah
Panen perdana tanaman bawang merah di kawasan Pantai Sepanjang. (dok. DPP)

TANJUNGSARI, (KH),– Perkembangan budidaya tanaman hortikultura terutama cabai, bawang merah, semangka dan melon cukup pesat di Gunungkidul. Beberapa lokasi marak membudidayakan bawang merah, cabai atau semangka dan melon tersebut. Dengan begitu muncul wilayah-wilayah yang mengalami perbaikan perekonomian baru berbasis pertanian hortikultura. Seperti di Karangrejek Wonosari, Pampang Paliyan, Klayar Nglipar dan Giritirto Purwosari serta masih banyak lagi.

Daya ungkit perekonomian dari sektor pertanian terjadi diantaranya karena harga komoditas hortikultura bernilai tinggi.

Salah satu kawasan yang dijadikan pengembangan atau budidaya tanaman hortikultura berada di Pantai Sepanjang dan Pantai Porok. Adapun tanaman hortikultura yang dikembangkan berupa cabai dan bawang merah.

Setelah masa tanam dinilai cukup, Kamis pagi (29/4/2021) kemarin dilakukan panen bawang merah di lahan milik Kelompok Tani (Poktan) Sedyo Rukun, Dusun Sumuran, Kalurahan Kemadang Kapanewon Tanjungsari. Bupati Gunungkidul, H. Sunaryanta menyempatkan hadir pada panen perdana bawang merah tersebut.

Sunaryanta dalam sambutan menyatakan bangga dengan upaya para petani menggairahkan pertanian di kawasan selatan yang berdampingan dengan kawasan wisata.

“Tentunya kluster ekonomi berbasis wisata dan kluster ekonomi berbasis pertanian bisa seiring dan sejalan berkembang bersama saling mengisi,” kata dia.

Dengan kenyataan harga komoditas hortikultura yang tergolong tinggi, pendapatan petani diyakini naik signifikan. Atas alasan itu, Sunaryanta berpesan agar lahan yang dimiliki tidak dijual. Namun terus-menerus diupayakan digarap disertai inovasi. Petani juga harus berani memilih komoditas yang bernilai ekonomi.

“Dengan pendampingan, pelatihan dan pasar yang telah tersedia kami yakin para petani kawasan selatan akan menjadi lebih sejahtera,” kata Sunaryanta.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Tunas Inti Kemadang, Rubiono mewakili poktan Sedyo Rukun Sumuran melaporkan, tanaman bawang merah cocok ditanam di wilayah pesisir selatan.

Saat ini pertanaman bawang merah ada di blok bulak Ngrawe, blok bulak Lodoyong, blok bulak Pindul, dan blok bulak Porok. Pertanaman hortikultura di pesisir selatan ditanam tidak mengenal musim. Petani setempat dapat melakukan penanaman meski sedang terjadi musim kemarau.

Hasil ubinan panen pertanama bawang merah tersebut mencapai 8,8 ton per hektar. Di lahan lokasi panen seluas 6000 m2 didapat 5,7 ton bawang merah dengan harga jual Rp 20.000 per kilogram. Sehingga di dapat pemasukan sekitar Rp 114.000.000 dalam sekali panen.

Rubiono menyampaikan, penanaman bawang merah akan dilanjutkan. Tanaman cabai akan ikut ditanam pada budidaya berikutnya.

Rubiono memastikan, geliat budidaya hortikultura di masing-masing bulak akan semakin baik dengan munculnya para petani milenial. Petani milenial akan meningkatkan budidaya hortikultura terutama bawang merah dan cabai.

Heri (26), petani milenial di Sumuran mengaku berencana pada musim tanam selanjutnya akan menanam bawang merah dan cabai pada lahan seluas 4,5 hektar.

“Kendalanya pada infrastruktur air, karena sumber air dangkal/ sumur gali yang ada sangat terbatas. Jika saja Pemerintah bisa mengusahakan tambahan sumur bor dirinya yakin luas tanam bawang merah dan cabai bisa mencapai 14,5 hektar,” ungkap Heri.

Keyakinan dia itu muncul karena banyak petani lain yang saat ini mulai tertarik menanam bawang merah. Ketertarikan itu muncul setelah melihat nyata hasil bisa panen yang diperoleh.

“Prediksi saya pada lahan 2.000 meter persegi, panenan tanaman bawang merah mampu mendatangkan pendapatan rata-rata sekitaran Rp 58 juta sekali panen. Sementara panen bisa dilakukan sebanyak 4 sampai 5 kali dalam setahun,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP), Ir.Bambang Wisnu Broto menjelaskan, untuk tahun 2021 telah dipanen tanaman hortikultura seluas 39,16 hektar.

“Dengan adanya panen kali ini kami berharap petani Gunungkidul mampu mencukupi kebutuhan bawang merah dan cabai menghadapi bulan puasa dan hari raya Lebaran 2021,” harap dia. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar