GUNUNGKIDUL, (KH),– Rumah Sakit Mata Dr. YAP melaksanakan rangkaian perayaan hari jadi yang ke-103 di Gunungkidul. Perayaan ini diwujudkan melalui aksi nyata bakti sosial dan groundbreaking pembangunan Klinik Utama Mata baru di Semanu pada Minggu (19/4/2026). Dalam agenda besar ini, RSUD Wonosari terlibat sebagai mitra strategis dan pusat pelaksanaan kegiatan.
RSUD Wonosari mengambil peran bersama-sama dengan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Dinas Kesehatan, serta mitra pendukung seperti Rotary Club Mataram. Sinergi ini menjadi langkah dan semangat baru pelayanan kesehatan mata dapat dirasakan langsung dan lebih dekat dengan masyarakat di Bumi Handayani.
RSUD Wonosari sebagai Pusat Kolaborasi dan Transfer Ilmu
Sebagai tuan rumah, RSUD Wonosari berkomitmen penuh dalam mendukung kelancaran seluruh rangkaian acara. Sejak pagi hari, fasilitas medis RSUD Wonosari telah disiapkan untuk melayani operasi katarak dan pterygium bagi sekitar 30 hingga 40 pasien.
Plt. Direktur RSUD Wonosari Ismono menjelaskan bahwa rangkaian acara ini telah disusun rapi agar manfaatnya maksimal.
“Rangkaian acara yang dimulai sejak pagi hari ini diawali dengan pelaksanaan operasi mata gratis pada pukul 07.30 WIB, yang kemudian dilanjutkan dengan pembagian kacamata gratis pada pukul 09.00 WIB,” ujar Ismono saat memberikan sambutan.
Bagi RSUD Wonosari, kerja sama ini lebih dari sekadar kegiatan sosial; ini adalah momentum peningkatan kualitas SDM medis daerah.
“Kami berharap kerja sama ini menjadi wadah transfer ilmu bagi dokter spesialis mata kami. Saat ini di Wonosari kami baru bisa melayani operasi katarak dengan metode Phacoemulsification (Peko), sehingga dukungan teknologi dan pengalaman dari RS Mata Dr. YAP sangat dibutuhkan,” tambah Ismono menekankan pentingnya kolaborasi teknologi tersebut.
Direktur Utama Rumah Sakit Mata Dr. YAP, Dr. Erin Ansianti, Sp.M(K)., M.Sc., menegaskan bahwa kehadiran mereka di Gunungkidul adalah bentuk dedikasi jangka panjang. Dalam laporannya, ia menyebutkan bahwa visi rumah sakit adalah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
“Kami berkomitmen untuk menjadi pengabdi tanpa titik akhir, sebagaimana pesan dari Gusti Prabu,” tegas Dr. Erin, mengutip pesan mendalam dari Ketua Dewan Pengawas RS Mata Dr. YAP.
Komitmen ini dibuktikan dengan penerjunan tim medis spesialis secara penuh, didukung oleh Perdami DIY dan dokter spesialis mata dari RSUD Wonosari sendiri.
Bakti sosial ini juga menyentuh aspek pendidikan dengan memberikan bantuan kacamata gratis bagi 100 siswa sekolah dasar. Program ini bertujuan agar gangguan penglihatan tidak lagi menjadi penghalang bagi anak-anak dalam menuntut ilmu.
Debi, seorang siswi kelas 6 SD asal Ponjong, menjadi salah satu penerima manfaat yang merasa sangat terbantu.
“Harapannya nanti bisa melihat jelas dan bisa memahami materi yang diajarkan saat sekolah,” tutur Debi dengan wajah berseri setelah menjalani pemeriksaan mata.
Sebelumnya, Debi dan rekan-rekannya telah melewati tahap pemeriksaan awal di sekolah masing-masing sebelum akhirnya mendapatkan kacamata yang sesuai di RSUD Wonosari.

Menuju Layanan Kesehatan yang Lebih Dekat
Acara yang dihadiri oleh Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih beserta jajaran pimpinan daerah ini menandai semangat baru layanan kesehatan di wilayah tersebut. Pembangunan Klinik Utama Mata di Gunungkidul merupakan kelanjutan dari berbagai program CSR yang telah dijalankan sejak 2023, mulai dari bantuan air bersih hingga pelatihan deteksi dini di Semanu dan Paliyan.
“Kegiatan peletakan batu pertama pembangunan klinik dan baksos dalam rangka peringatan ulang tahun RS Mata Dr. YAP yang ke- 103 dilaksanakan di Gunungkidul, kami ucapkan penghargaan dan terimakasih kepada pihak rumah sakit,” tutur Endah.
Pihaknya mengaku banyak warga Gunungkidul yang terbantu dengan terselenggaranya kegiatan baksos.
“Salah satu penerima bantuan pengobatan dan kaca mata gratis yakni orang tua Fendi, pelajar asal Girisekar Panggang yang sempat viral karena putus sekolah,” imbuhnya.
Mewakili masyarakat Endah mengapresiasi komitmen RS Mata Dr. YAP yang sungguh-sungguh ingin memperluas pelayanan kesehatan sampai di Gunungkidul dengan membangun klinik di Semanu. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempermudah akses kesehatan mata yang optimal, menjadi semakin dekat dan mudah dijangkau oleh seluruh warga Gunungkidul.





