Himpenindo DIY Gelar Seminar “Inovasi dan Teknologi Pada Masa Pandemi COVID-19”

oleh -
lipi
Himpenindo DIY akan gelar seminar nasional “Inovasi Dan Teknologi Pada Masa Pandemi COVID-19”. (istimewa)

YOGYAKARTA, (KH),– Himpunan Peneliti Indonesia (Himpenindo) DIY akan menggelar seminar bertema “Inovasi Dan Teknologi Pada Masa Pandemi COVID-19”, Selasa (24/8/2021). Seminar ini digagas merespon pandemi COVID-19 yang belum juga usai.

Ketua Bidang Humas Himpenindo DIY, Ir. Muhamad Kurniadi, MTA., menyampaikan, pandemi  COVID-19 telah  menimbulkan dampak  yang luas pada berbagai sektor kehidupan dan mempengaruhi perubahan tatanan kehidupan.  Pandemi  Covid-19 tidak hanya menjadi isu di bidang kesehatan, tetapi juga merupakan isu multidimensi yang bersinggungan dengan  ekonomi, politik, sosial budaya dan lingkungan.

“Oleh karena itu, dampaknya pada pembangunan baik di tingkat internasional, regional dan nasional tak dapat dihindari. Merespon situasi dan permasalahan tersebut, Himpenindo DIY akan menyelenggarakan sebuah Seminar Nasional dengan tema  Inovasi Dan Teknologi Pada Masa Pandemi COVID-19,” terang Muhamad Kurniadi.

Diungkapkan, seminar tersebut bertujuan untuk berbagi ilmu pengetahuan dan teknologi serta disertai diskusi dan penyebarluasan hasil kegiatan penelitian pada masa Pandemi Covid-19. Seminar Nasional ini diselenggarakan selama satu hari, pada tanggal 24 Agustus 2021 secara virtual (online).

Seminar menghadirkan pembicara utama, pembicara undangan dan 32 pemakalah yang berasal dari berbagai institusi di Indonesia. Pembicara utama dalam seminar ini yakni Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana (Guru Besar FMIPA UGM) sebagai Inventor GeNose Covid-19 dan Sekretaris Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Dr. Mego Pinandito, M.Eng.

“Jumlah peserta maksimal sebanyak 500 orang, dengan cara mendaftarkan melalui link yang telah disediakan sebelumnya. Peserta seminar yang telah mendaftar memperoleh sertifikat (e-certificate) dari Panitia Seminar,” imbuhnya.

Pihaknya berharap peserta seminar memperoleh manfaat yang besar dari kegiatan ini, sehingga mampu mewujudkan atmosfer riset yang baik dan budaya riset yang kokoh, berkelanjutan dan berkualitas sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menghadapi masa-masa sulit pandemi Covid-19.

“Pemerintah tidak hanya memacu bagaimana cara menekan angka penularan COVID-19, tetapi juga melakukan berbagai riset baik terkait dengan evaluasi dan dampak Covid-19 maupun inovasi dan teknologi pencegahan dan penanganan Covid-19 dengan mendayagunakan sumberdaya yang ada,” tukas dia. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar