Harapan Baru Perpusdesa Setelah Sharing dengan Para Stake Holder

oleh -
Mentoring di KPAD Kab. Gunungkidul
iklan dispar
Mentoring di KPAD Kab. Gunungkidul
Mentoring di KPAD Kab. Gunungkidul

GUNUNGKIDUL, (KH) — Peer Learning Meeting disingkat PLM, merupakan program yang memfasilitasi proses saling belajar tentang keberhasilan, berbagi pengalaman antar perpustakaan, dan memotivasi untuk membangun kepercayaan diri antar perpusdesa. Tujuannya agar tidak patah semangat dalam mengembangkan perpusdesa menjadi pusat kegiatan masyarakat.

“Perpustakaan desa merupakan sarana terdekat masyarakat untuk dijadikan sebagai pusat kegiatan pelibatan masyarakat. Di mana hal tersebut dapat dapat dipakai untuk mencapai sesuatu yang keberlanjutan. Tujuannya, tidak lain untuk meningkatkan kualitas taraf hidup masyarakat,” kata Imam, selaku Fasilitator Perpuseru.

Kegiatan PLM yang telah dilaksanakan oleh KPAD Gunungkidul pada Tanggal 17-18 Maret 2015 bertempat di gedung KPAD Gunungkidul. 4 perpustakaan desa yang menjadi dampingan program Perpuseru adalah perpusdesa Ngupoyo Pinter, Gardu Pintar, Gelis Pintar, beserta perpusdesa Berseri.

Kegiatan PLM tersebut, adalah sarana untuk berbagi atau sharing mengenai akibat  yang muncul di masyarakat setelah diadakan berbagai kegiatan pelibatan masyarakat. Berbagi  hambatan dan solusinya yang dialami perpusdesa, beserta ketercapaian masing-masing perpusdesa.

Diharapkan masing-masing perpustakaan dapat saling berbagi pengalaman keberhasilan, maupun hambatan yang dapat menginspirasi perpustakaan lain, dan ketika ada tantangan dapat dipecahkan secara bersama-sama.

PLM hari ke-dua selain mempertemukan 4 perpustakaan desa dampingan, Program Perpuseru Coca cola foundation Indonesia, KPAD Gunungkidul menghadirkan para stake holders yang diharapkan dapat bekerjasama, mendukung serta berkontribusi terhadap pengembangan perpusdesa ini, di antaranya adalah BRI, LIPI, TELKOM, KOMUNITAS PENDONGENG, kecamatan, PLUT DIY, BPAD DIY, Penerbit PT. Erlangga, Media Kabarhandayani, Organisasi Kepemudaan, Penggerak Tim PKK, CV Elmatera, Dishubkominfo, Disperindagkop, BPMPKB GK.

Acara bejalan dengan lancar, beberapa stake holder pun memberikan berbagai macam informasi dan penawaran yang dapat mendukung keberlangsungan kegiatan dan pengembangan perpusdesa, misalnya TELKOM, karena terkendala jaringan internet di perpusdesa Berseri, Kepek, Saptosari; keesokan harinya (19 Maret 2015) telkom didampingi fasilitator Perpuseru terjun langsung ke lokasi untuk mensurvey lokasi perpusdesa Berseri untuk diberikan bantuan.

Berbagai stake holder menawarkan berbagai macam bentuk sosialisasi atau penyuluhan terkait kebutuhan masyarakat sekitar secara gratis.

“hal ini merupakan kesempatan yang luar biasa untuk para perpusdesa, sehingga para perpusdesa dapat terus menggerakkan masyarakat untuk berkembang, melakukan kegiatan yang bernilai positif dengan memanfaatkan fasilitas perpustakaan. hal-hal itu tidak lain untuk masyarakat sendiri, meningkatkan kualitas hidup mereka,” pungkas Imam. (Gemma)

Komentar

Komentar