Agung Wibawa, Pustakawan Terbaik DIY Siap Maju Nasional

oleh -
Agung Wibawa, Pustakawan terbaik DIY siap maju penilaian nasional. KH/ Kandar
iklan dispar

WONOSARI, (KH)— Terpilih sebagai Pustakawan terbaik tingkat DIY pada pemilihan Pustakawan berprestasi yang diselenggarakan kerjasama antara Perpustakaan Nasional RI dan Badan Perpustakaan Dan Arsip Daerah (BPAD) DIY, Agung Wibawa, Pustakawan ahli muda Kantor Perpustakaan Dan Arsip Daerah (KPAD) Gunungkidul bersiap maju tingkat nasional.

Ditemui di KPAD Gunungkidul, ia menyampaikan, sebelum lolos maju tingkat nasional bersama 12 nominator pustakawan lainnya ia telah mengikuti serangkaian uji kompetensi, dimulai dari penilaian berkas, kemudian uji tes tertulis, tes wawancara dan terakhir presentasi.

Sebagaimana disampaikan saat penilaian presentasi, sebagai ketua Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Gunungkidul ia telah melakukan banyak hal inovasi kegiatan bersama KPAD dalam melakukan advokasi ke masyarakat bahwa perpustakaan tidak hanya sekedar tempat membaca.

“Tetapi di perpustakaan ada kegiatan, selain belajar juga ada praktek-praktek hasil belajar sehingga berdampak terhadap peningkatan taraf hidupnya. Ini hal yang paling penting sebenarnya,” tutur Agung, Selasa, (7/6/2016).

Menurutnya, agar membawa manfaat, sebagai pustakawan dirinya berupaya dapat mendekat ke masyarakat, benar-benar bukan sekedar teoritis tetapi praktek memfasilitasi kebutuhan masyarakat.

Prestasi penunjang lainnya, Ia juga terpilih sebagai fasilitator nasional untuk program Perpuseru kerjasama dengan CCFI dan Bill and Melinda Gate Fondation. Kegiatan yang pernah dilakukan yakni melatih 78 perpustakaan di Indonesia, dan terakhir melakukan Advokasi kepada 98 Bupati dari berbagai wilayah di Indonesia.

Di lingkup Gunungkidul banyak hal yang ia lakukan sebagai pustakawan, diantaranya pembinaan ke sekolah-sekolah, membentuk serta melatih 14 perpustakaan desa yang menjadi leader perpusdes di Gunungkidul. “Tak hanya sekedar membaca, dengan fasilitas internet juga mempraktekkan berbagai jenis wirausaha hingga sampai pada penjualan, sehingga taraf hidup meningkat,” imbuh dia.

Lulusan S1 Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga ini juga sering menjadi nara sumber diklat dan bimtek terkait materi perpustakaan, selain itu disela kesibukannya di KPAD ia juga mengampu 15 mata kuliah di Universitas Terbuka (UT) jurusan perpustakaan.

Lelaki yang tinggal di Bansari, Kepek, Wonosari ini juga berniat terus menginisiasi pembuatan gardu ronda di wilayah dusun-dusun menjadi gardu pintar. Sebuah gardu dengan berbagai koleksi buku bacaan dan penuh dengan kegiatan positif.

Dengan berbagai prestasi dan pengalamannya sebagai pustakawan itu, ia mengaku siap menghadapi penilaian nasional, selain itu dirinya juga merencanakan beberapa program unggulan yang akan disampaikan saat penilaian nanti. (Kandar)

Komentar

Komentar