Sambangi Lansia Sebatang Kara di Ponjong, Bupati Gunungkidul dan Baznas Siapkan Bedah Rumah

rtlh
Kondisi rumah milik lansia asal Ponjong, Gunungkidul. (ist)

GUNUNGKIDUL, (KH),– Sinergi dalam penanganan kemiskinan dan pemenuhan kesejahteraan sosial terus digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Beberapa waktu lalu rombongan yang dipimpin langsung oleh Bupati Gunungkidul meninjau kondisi lansia yang hidup sendiri di Dusun Klepu, Tambakromo, Kapanewon Ponjong.

Kunjungan lapangan yang didampingi Ketua Baznas, Panewu Ponjong, Lurah, serta unsur TNI-Polri ini bertujuan memantau langsung kondisi Mbah Waluyo (75). Saat ini, lansia yang dikenal gigih tersebut tinggal sebatang kara lantaran istrinya sedang mengais rezeki sebagai buruh petik kopi di Lampung, sementara anak-anaknya merantau menjadi buruh di luar daerah.

Bacaan Lainnya

Meski hidup mandiri dengan beternak kelinci, lele, hingga bertani cabai dan memijat, kondisi kesehatan Mbah Waluyo kedapatan tengah menurun akibat flu saat dikunjungi. Menanggapi hal itu, Bupati langsung memerintahkan Panewu untuk segera menggerakkan tim medis dari Puskesmas setempat.

“Kita harus memastikan lansia yang tinggal sendiri mendapatkan perawatan yang layak saat sakit, jangan sampai terabaikan,” ujar Bupati dengan tegas.

Sebagai langkah konkret intervensi jangka panjang, Pemkab Gunungkidul menggandeng Baznas untuk merenovasi hunian Mbah Waluyo. Skema bantuan lewat Baznas dipilih secara khusus agar penerima manfaat tidak dibebani biaya swadaya atau dana pendamping, tidak seperti skema bantuan stimulan perumahan pada umumnya. Selain bedah rumah, Bupati juga menginstruksikan jajarannya untuk membantu pengurusan legalitas sertifikat tanah Mbah Waluyo yang masih berstatus atas nama leluhur guna mencegah konflik di kemudian hari.

Apresiasi tinggi juga diberikan Bupati kepada kader PKH, perangkat dusun, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas yang proaktif mendata para lansia rentan. Pemetaan skala prioritas kini tengah dilakukan di Kapanewon Ponjong untuk mendeteksi dini lansia yang hidup sendiri dan memiliki penyakit penyerta.

“Intervensi sejak awal ini sangat penting untuk mencegah risiko fatal, seperti tindakan nekat bunuh diri yang dipicu oleh faktor kemiskinan atau depresi karena kurangnya perhatian,” jelas Bupati.

Di akhir peninjauan, Bupati memastikan bahwa hak-hak Mbah Waluyo terkait jaminan sosial seperti BLT Dana Desa, BPNT, dan PKH telah terpenuhi dengan baik. Ia juga mengetuk hati masyarakat untuk menyalurkan zakatnya melalui lembaga resmi.

“Zakat yang dikelola secara kolektif oleh Baznas terbukti mampu memberikan dampak nyata yang besar, salah satunya menghadirkan hunian layak bagi warga yang sangat membutuhkan seperti Mbah Waluyo,” tutupnya.

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar

Pos terkait