Disela Sekolah Daring, Pelajar SMP Raup Keutungan Rp2 Juta per Bulan dari Ternak Kelinci

oleh -
Genthur Rahmadhani pelajar SMP yang sukses beternak kelinci. (Istimewa)

PLAYEN, (KH),– Pemerintah menerapkan kebijakan pembelajaran bagi siswa dilaksanakan secara daring. Keputusan tersebut diambil guna menekan risiko penularan Virus COVID-19.

Tak jarang para siswa merasa bosan, sebab pandemi berlangsung hampir dua tahun lamanya. Pelajar rindu aktivitas pembelajaran di sekolah, bertemu guru dan teman-temannya.

Pelajar kelas tiga SMP N 4 Playen Gunungkidul, Genthur Rahmadhani (15) punya cara berbeda untuk mengusir bosan. Ia iseng memelihara kelinci. Dari iseng itu ternyata justru menghasilkan uang yang lumayan.

Warga Padukuhan Banaran 9, Kalurahan Banaran, Kapanewon Playen, Gunungkidul ini mulanya membeli dua ekor kelinci jenis Rex dari temannya seharga Rp600.000. Sembari menjalani aktivitas belajar daring ia telaten merawat kelinci.

Berkat ketekunan, kelinci berkembang biak. “Saat ini punya 25 indukan dan 90-an ekor anakan yang siap jual,” kata Genthur beberapa waktu lalu.

Ditanya hasil, omset jualan kelinci pedaging atau sebagai indukan tak bisa dianggap remeh. Dalam setiap bulan, hasil bersih penjualan kelinci rata-rata berkisar Rp2 juta.

“Pernah dalam sekali jual laku Rp12 juta. Awal mula jualan saya pakai medsos Facebook. Ternyata banyak yang berminat,” terang Genthur.

Dari hasil jualan kelinci, selain ditabung, ia juga gunakan uang untuk memenuhi kebutuhannya. Mulai beli HP hingga menebus sepeda motor bar.

Melihat peluang yang semakin baik, remaja yang bercita-cita kukiah di kedokteran hewan ini mulai serius menekuni ternak kelinci. Diantaranya menambah indukan dengan cara membeli.

“Kandang yang sebelumnya terbuat dari bambu, kini saya bikin permanen,” lanjut anak tunggal ini.

Genthur menambahkan, saat ini untuk tiap kali panen, ia bisa menjual 100 ekor kelinci. Jumlah yang dijual dalam tiap kali panen tergantung produktivitas indukan. Satu induk setiap kali beranak rata-ratanya antara 7 hingga 12 ekor.

“Masa bunting selama 30 hari, setelah anaknya umur 40 hari induk dapat dikawinkan lagi,” lanjutnya.

Selain menjual kelinci, Genthur juga mengumpulkan urine kelinci untuk dijual. Tiap satu liter bisa laku Rp5 ribu. Rata-rata dalam sehari dia bisa mengumpulkan urine kelinci sebanyak satu ember cat besar.

Selain dijual secara online, kelinci jemis Hayla dan New Zeland (NZ) yang dihasilkan dari peternakan Genthur diambil pedagang asal Magelang.

“Dikurangi biaya pakan pelet sekitar Rp2 juta perbulan, plus operasional lain, rata-rata untung bersih Rp2 jutaan,” tukas Genthur. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar