Desa Salam Patuk Akan Gelar Festival “Berani Trekking Berani Ke Nawing”

oleh -
iklan dispar
WIsata Trekking Nawing di Baran, Salam, Patuk. Foto: Dev, P Mardiyanto.
WIsata Trekking Sungai Nawing di Padukuhan Baran, Salam, Patuk. Foto: Desi, P Mardiyanto, & KH.

PATUK,(KH) — Sebagai upaya mengenalkan detinasi wisata baru di Kecamatan Patuk, mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta akan mengadakan Festival Nawing pada Minggu (15/3/2015). Dengan tema Berani Trekking berani ke Nawing diharapkan tempat aliran sungai dengan ciri khas bongkah-bongkah batu andesit di Desa Salam Patuk ini dapat dikenal warga secara luas.

Festival ini merupakan program unggulan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dalam rangka membantu pengembangan potensi wisata di Desa Salam, Kecamatan Patuk.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan yang bertujuan meningkatkan karakter mahasiswa agar memiliki kompetensi, suara hati dan keinginan untuk saling membantu,” ucap Adella Putri Christian Lay, Ketua Kelompok KKN USD 2015, Selasa (03/02/2015).

Kepada KH ia menjelaskan, mahasiswa diajak agar mampu mengaplikasikan ilmu yang telah didapat selama kuliah. Selain itu agar mahasiswa mampu beradaptasi dan memecahkan masalah riil yang ada di tengah masyarakat.

Sementara itu, Tugiyo yang bertindak sebagai Ketua Panitia Festival mengatakan, lokasi yang akan dikembangkan sebagai potensi Desa Wisata terletak di Padukuhan Baran, Desa Salam, Kecamatan Patuk. Mahasiswa peserta KKN dan masyarakat Padukuhan Baran bahu-membahu dalam pengembangan Wisata Purbo Selo Nawing Indah (Nawing).

“Bentuk kerjasama berupa program pengenalan Nawing kepada masyarakat luas dalam bentuk festival Nawing,” ujar Tugiyo.

Festival Nawing merupakan festival alam dengan kegiatan trekking sebagai kegiatan utama.  Lebih lanjut Tugiyo memaparkan, keindahan wisata Nawing  berupa aliran sungai yang diapit oleh bongkahan batu purba. Daerah Padukuhan Baran dikelilingi oleh perbukitan dan aliran sungai serta batu-batu purba yang dapat dinikmati oleh para peserta.

Sungai dan bebatuan di desa ini sangat menarik, karena karakteristiknya merupakan batuan andesit, atau batuan dari proses pembekuan magma gunung api. Hal ini yang menjadi pembeda dengan batuan di wilayah Gunungkidul yang pada umumnya merupakan batuan berbahan kapur.

Selain kegiatan trekking, dalam festival tersebut juga akan digelar pameran produk lokal berbahan dasar singkong. Gelar produk lokal ini diharapkan juga menjadi daya tarik dalam pengenalan wisata perdesaan.

“Diharapkan para pendaki dapat menikmati keindahan alam yang ditawarkan sebagai lokasi wisata alam baru yang menjanjikan,” pungkasnya.

Untuk pendaftaran trekking Purbo Selo Nawing Indah dapat menghubungi: Desi 087839439139, Mega 087838190817, atau Ghina 085642244011. Kontribusi pendaftaran sebesar Rp 15 ribu untuk satu orang dengan fasilitas makan siang dan merchandise. (Atmaja).

Komentar

Komentar