Apa yang Menjadi Ciri Khas Boarding School dan Full Day School? (2)

oleh -
Pelajar SD. Dok. KH
iklan dispar
Pelajar SD. Dok. KH
Pelajar SD. Dok. KH

WONOSARI, (KH)— Dari karakteristik dan keunggulan full day school seperti pada bagian 1 ternyata sistem sekolah ini memiliki kelemahan. Salah satunya siswa acap kali merasakan kebosanan karena menganggap terlalu lama di sekolah.

Agar siswa tidak mudah jenuh maka diperlukan manajemen sekolah yang mumpuni sehingga sekolah harus jeli dalam melakukan improvisasi pengelolaan. Keahlian dalam merancang jadwal dan kegiatan siswa menjadi sebuah keharusan agar kebosanan itu tidak akan dirasakan siswa.

Pengelola sekolah juga dituntut untuk memberikan segala kemampuannya baik fisik atau pun psikologis, karena tanpa pengorbanan ini dikuatirkan sistem full day school tidak akan mencapai hasil maksimal bahkan semua jadwal dan kegiatan itu bisa jadi hanya sebuah rutinitas tanpa makna.

Sebagaimana yang diungkapkan oleh Arsy Karima Zahra dalam bukunya yang berjudul Pemilihan Program Belajar yang Baik, selain full day school terdapat pula sebuah sistem sekolah yang membutuhkan durasi waktu lebih lama yang disebut boarding school. Sekolah ini merupakan sistem sekolah dengan menggunakan asrama, dimana siswa, guru, dan pengelola sekolah tinggal bersama di asrama yang berada di lingkungan sekolah dalam kurun waktu tertentu.

Dengan menempatkan siswa di sekolah dan asrama selama 24 jam anak didik dinilai tidak hanya mendapatkan pelajaran seperti sekolah-sekolah konvensional dan full day school saja, tetapi mereka juga bisa menyaksikan dan meneladani perilaku guru dan orang-orang dalam lingkup asrama selama 24 jam.

Melalui sistem ini tujuan pendidikan karakter, kepribadian, akhlak dan moral dinilai lebih mudah tercapai. Selama siang dan malam proses pendidikan itu terjadi dalam sistem boarding school. Selain itu, siswa juga dianggap akan lebih memiliki sifat mandiri karena tidak selalu tergantung pada orang tua dalam mengatasi berbagai masalah yang dihadapinya.

Kelemahan boarding school hampir sama dengan full day school. Namun dalam boarding school, pengelola sekolah dan asrama harus lebih intensif dalam melakukan pengawasan sekolah. Selain itu sekolah boarding juga membutuhkan fasilitas yang memadai sehingga diperlukan perencanaan dan pengelolaan yang lebih rumit dan matang dibanding full day school dan sekolah konvensional.

Boarding school bukanlah sistem sekolah yang baru. Sistem ini telah lama dipakai diberbagai pondok pesantren di Indonesia. Karena tuntutan jaman, maka sekolah yang pelaksanaannya hampir sama dengan pondok pesantren ini diganti dengan istilah boarding school.

Dari kedua karakteristik sistem sekolah tersebut, kedua-duanya memiliki ciri menonjol yaitu durasi pembelajaran yang lebih lama dibandingkan sekolah konvensional. Sudah bisa dipastikan sistem ini tidak cocok bagi siswa yang setiap sore memiliki kewajiban membantu orang tuanya bekerja ke sawah, membantu berdagang, atau mencarikan rumput hewan ternak.

Meski begitu, sekolah dengan sistem full day atau pun boarding dewasa ini menjadi sebuah sekolah incaran para pasangan keluarga muda sebagai tempat buah hatinya menuntut ilmu. Setiap awal tahun pelajaran, hampir semua sekolah yang menerapkan sistem full day selalu dipenuhi dengan calon siswa baru.

Sistem sekolah seperti ini memang pilihan dan tidak setiap sekolah, siswa, atau orang tua bisa menerapkan. Ibarat destinasi wisata, full day school dan boarding school adalah sebuah wisata minat khusus yang membutuhkan keberanian khusus bagi peminatnya. Dengan begitu sangat sulit sistem sekolah seperti ini diterapkan di seluruh sekolah di Indonesia karena berbagai latar belakang dan kendala yang ada. (S.Yanto)

Artikel Sebelumnya (Bagian 1)

Komentar

Komentar