Adhit Tekun Berwirausaha Kaos Khas Gunungkidul

oleh -
iklan dispar

WONOSARI,(KH)— Berawal dari angan-angan untuk menjadi wirausahawan, Yusuf Adhitya Putratama (23), salah satu anak muda Gunungkidul gigih mengembangkan kaos oleh-oleh khas Gunungkidul. Pemuda yang lebih akrab dipanggil Adhit Hopper ini membidik peluang

Adhit membuat berbagai kaos dengan desain yang khas, yang dimaksudkan sebagai salah satu cinderamata khas Gunungkidul. Ia mengaku, untuk memulai usahanya harus merelakan sepeda motornya dijual untuk dijadikan modal awal sebesar Rp 5 juta. Bersama dua sahabatnya Okik dan Rahmat, mereka memulai usahanya dengan membuat kaos khas Gunungkidul yang diberi merk Hopper.

“Sempat mendapat kendala pada tahun 2013 karena memang baru tahap perkenalan kepada konsumen untuk kaos ini,” ujar Adhit, Rabu (29/10/2014).

Pemuda asal Desa Purwosari Wonosari ini mengaku, pada saat itu dirinya memberanikan diri untuk bertemu Wakil Bupati dan Bupati guna mengusulkan Hopper sebagai kaos dan merek khas Gunungkidul. Keberanian Adhit membuahkan hasil, karena pada 17 Januari 2014 silam Hopper resmi dijadikan kaos khas Gunungkidul.

“Bersukur Pemerintah menanggapi usulan saya, dan akhirnya Hopper menjadi kaos khas Gunungkidul. Sejak saat itu pula wisatawan lokal maupun luar kota mengenal produk ini. Sekarang sedikit demi sedikit masyarakat dapat menerima branded kaos tersebut,” ujarnya.

Semangat Adhit untuk menjadi seorang wirausahawan tidak berhenti sampai di sini. Adhit mempunyai niat untuk membantu generasi muda di desanya yang masih menganggur. “Harapannya, usaha ini dapat berkembang dan bisa berdampak bagi teman-teman yang masih menganggur,” ujarnya.

Ia menambahkan, orangtuanya ikut mendukung usaha tersebut dengan menggadaikan BPKB motor yang menghasilkan modal Rp 20 juta. “Dengan tambahan dana itu, saya dan teman-teman bisa menambah banyak produksi kaos,” tambahnya.

Ia mengungkapkan, dengan berusaha cermat dan hati-hati membaca peluang mengembangkan usahanya. Saat ini, usahanya bisa berjalan dan sudah bisa merasakan hasil. Pemuda-pemudi yang tergabung dalam usahanya juga sudah bertambah, yang semula hanya ia dan dua temannya, kini bertambah menjadi sepuluh pemuda-pemudi menjadi tenaga kerjanya.

Inovasi produk Hopper saat ini juga tidak hanya berupa kaos, namun juga produk boneka. Ia sengaja melibatkan pamudi yang menyandang cacat fisik yang mempunyai ketrampilan untuk membuat boneka Hopper. “Agar mereka juga mampu berkarya dan dapat bekerja seperti teman-teman lainnya,” tandasnya.

Untuk memeproleh produk khas Gunungkidul ini, Adit membuka di 2 lokasi, yakni di Toko Oleh-oleh Sari Rasa Barat tugu batas kota Wonosari dan di rumah Hopper di Padukuhan Purwosari Baleharjo Wonosari, tepatnya di selatan Polres Gunungidul. (Atmaja/Bara).

Komentar

Komentar