Pisang ‘Ajaib’ di Ngawen Gunungkidul: Satu Pohon 4 Tandan

Pisang unik di Ngawen, bisa keluar 4 tandan. (ist)

GUNUNGKIDUL, (KH),– Warga Dusun Wonongso, Kelurahan Tancep, Kapanewon Ngawen, tengah dihebohkan dengan fenomena alam yang tak biasa. Sebuah pohon pisang milik Pringadi, petani setempat, mendadak jadi buah bibir karena keunikannya yang dianggap “ajaib”.

Bukan tanpa alasan, jika biasanya pohon pisang hanya menghasilkan satu tandan, pohon milik Pringadi ini mampu mengeluarkan hingga empat tandan buah sekaligus dalam satu batang.

Bacaan Lainnya

Fenomena unik ini sebenarnya sudah mulai terlihat sejak 1,5 tahun lalu. Awalnya, pohon pisang jenis Ambon ini menumbuhkan anakan kembar. Siapa sangka, saat dewasa, pohon tersebut konsisten berbuah banyak—mulai dari dua, tiga, hingga empat tandan.

Secara ilmiah, hal ini dikategorikan sebagai mutasi genetika alami. Hebatnya lagi, karakter unik ini terus menurun hingga masa panen ketujuh.

“Bibitnya dulu berasal dari program KKN mahasiswa UGM di Sambirejo. Dusun Wonongso ini memang jadi daerah penyangganya saat itu,” ungkap Pringadi.

Rahasia Tangguh: Kebal Penyakit ‘Bombrong’

Selain jumlah tandannya yang bikin melongo, keunggulan utama pisang ini adalah daya tahannya terhadap virus. Di saat kebun pisang warga sekitar habis tersapu penyakit “bombrong” (virus pisang), tanaman milik Pringadi tetap tumbuh subur dan sehat.

Bahkan, bibit ini tetap tangguh meski ditanam di lahan bekas tanaman yang sebelumnya sudah terjangkit virus.

Dari segi rasa dan fisik, pisang ini memiliki ciri khas. Jenis: mirip Pisang Ambon (namun berbeda dengan Ambon Jawa). Warna: kulit buah cenderung kehijauan. Rasa: sangat manis dengan ukuran buah yang besar. Sementara itu nilai jualnya kategori lumayan. Untuk satu pohon pernah laku terjual hingga Rp130.000.

Potensi menarik ini langsung memikat perhatian Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, meninjau langsung kebun tersebut pada Senin (18/5/2026).

Melihat “harta karun” hijau ini, pemerintah berencana melakukan pembudidayaan dan penangkaran secara massal.

“Kedepan, kita akan berikan nama khusus untuk varietas ini agar menjadi ikon baru Kapanewon Ngawen, khususnya Kelurahan Tancep,” ujar Bupati Endah penuh antusias.

Bupati berharap penemuan ini bisa memperkuat posisi Gunungkidul sebagai pemasok utama pisang di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pihaknya juga berpesan agar masyarakat terus semangat bercocok tanam untuk ketahanan pangan.

“Makan apa yang kita tanam, dan tanam apa yang kita makan,” pungkas Bupati Endah.

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar

Pos terkait