Warga Padukuhan Regedeg Buru Tikus

oleh -
Petna menunjukan tikus yang berhasil diburu. Foto : Juju
iklan dispar
Petna menunjukan tikus yang berhasil diburu. Foto : Juju
Petna menunjukan tikus yang berhasil diburu. Foto : Juju

TEPUS, (KH) — Warga Padukuhan Regedek, Desa Giripanggung, Kecamatan Tepus digegerkan dengan munculnya hewan pengerat yang meresahkan warga. Tikus yang jumlahnya ribuan ini meresahkan warga karena memakan hasil panen.

Untuk mencegah hewan perusak ini semakin banyak, warga setempat melakukan gropyokan tikus. Warga memburu tikus yang diketahui bersembunyi di sela batu. Dengan menggunakan alat sederhana, seperti bambu dan alat jebakan tikus, warga secara serempak memburu tikus dengan memutari seluruh padukuhan.

Warga Regedeg, Desa Giripanggung Dwijo Prayitno mengatakan, munculnya tikus di desanya terjadi sejak awal Mei lalu. Tikus tersebut diketahui memakan hasil panen warga seperti kacang tanah, tebon, jagung, bahkan padi yang disimpan warga di dalam rumah.

“Jumlah tikus mencapai ribuan dan tikus ini muncul pada malam hari. Kita lakukan gropyokan tikus ini agar jumlahnya tidak semakin bertambah,” katanya di sela melakukan gropyokan tikus, Jumat (29/5/2015).

Dwijo mengungkapkan, warga cukup kesulitan membasmi tikus yang jumlahnya mencapai ribuan tersebut, sebab pada siang hari tikus bersembunyi di sela batu, sehingga sulit untuk dicari. Usaha warga memburu hewan ini hasilnya tidak sebanding dengan jumlah tikus yang ada.

“Belum ada obat atau alat pembasmi tikus yang canggih. Kita hanya menggunakan alat pemukul bambu dan jebakan saja, jadi pembasmian belum maksimal,” paparnya.

Sementara, warga lainya Sutrisno berharap, Pemerintah cepat mengambil langkah agar serbuan hama tikus dapat segera diatasi. Warga khawatir selain dapat menimbulkan penyakit, hasil panen banyak yang rusak.”Bantuan pemerintah sangat kami harapkan,” terangnya.

Terpisah Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi yang ikut dalam gropyokan tikus tersebut mengaku akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait agar segera terjun ke lapangan dan hama tikus dapat segera teratasi.

“Sementara, warga sudah kita berikan sedikit dana untuk membeli jebakan tikus. Untuk selanjutnya agar populasinya tidak terus bertambah, warga kita minta terus melakukan gropyokan,” katanya. (Juju)

Komentar

Komentar