Warga NU dan Muhammadiyah Shalat Idul Fitri Bersama

oleh -
iklan dispar

WONOSARI, kabarhandayani.–Warga Muslim Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah Kabupaten Gunungkidul melaksanakan shalat Idul Fitri secara bersama, Senin (28/07/2014). Shalat Idul Fitri dilaksanakan di sejumlah masjid dan lapangan .
Meski penetapan 1 Ramadhan 1435 H antara NU dan Muhammadiyah sempat berbeda, akan tetapi berdasarkan hidab hakiki maupun wujudul hilal, dua organisasi keagamaan besar itu menetapkan 1 Syawal 1435 H jatuh pada hari Senin, 28 Juli 2014.
Pelaksaaan Shalat Idul Fitri di Alun-Alun Pemkab Gunungkidul dihadiri Bupati Gunungkidul Hj. Badingah S.Sos, Wakil Bupati Drs. Immawan Wahyudi, Dandim 0730 Letkol Arh Herman Toni, Kapolres Gunungkidul AKBP Faried Zulkarnaen dan sejumlah pejabat Pemerintahan Kabupaten Gunungkidul.
Shalat yang dimulai pukul 07.30 WIB diikuti kurang lebih 10.000 warga. Dengan imam dan Khotib Drs.H.Immawan Wahyudi SH, MH. Dalam khotbahnya khotib mengajak seluruh umat muslim untuk tetap menjaga tali silaturohmi dan persaudaraan.
“Kita prihatin terkait kejadian di Palestina tentang kebiadaban bangsa Israel, mereka menghalalkan berbagai cara untuk menyengsarakan bangsa Palestina, kita serahkan kejadian itu kepada Allah dalam Qodho dan Qodar, ” ucapnya dalam khotbah.
Ketua Panitia Pelaksanaan Hari Besar Islam (PHBI) 1435H, Iskanto mengatakan, seluruh dana infaq yang terkumpul dalam pelaksanaan Shalat Idul fitri yang diselenggarakan di Komplek Alun-alun, seluruhnya akan disumbangkan ke Palestina.
Pantauan KH di Kecamatan Wonosari menyebutkan, pelaksanaan Shalat Idul Fitri juga dilaksanakan di Lapangan Desa Piyaman, Stadion Jeruksari, Lapangan Desa Karangrejek, dan seluruh masjid-masjid besar. (Juju/Hfs)

Komentar

Komentar