Usaha Kerajinan Batu Alam Prambanan Terkendala Bahan Baku

oleh -
batu alam
Pengrajin batu alam di Prambanan, Sleman, Yogyakarta kesulitan bahan baku. (dok. Hilmi Hamid)

YOGYAKARTA, (KH),– Kerajinan batu alam di wilayah Bokoharjo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY belakangan mengalami kendala bahan baku. Batu Andesit yang jadi bahan baku utama saat ini sulit didapat.

Seperti dialami industri kerajinan batu alam Mukti Mandiri milik Mardiyono warga Majasem ini. Saat ditemui di tempat produksi, Senin (12/9/2022) lalu dia menyebut, sulitnya bahan baku berupa Batu Andesit karena penambang kesulitan mendapatkan lokasi tambang.

“Ketersediaan bahan baku dari penambang batu semakin minim,” ujarnya.

Dia mengutarakan, rumah produksi yang didirikan sejak 2006 silam mengalami pasang surut kelancaran usaha. Tak melulu soal pemasaran, akan tetapi ketersediaan bahan baku yang minim membuatnya tak bisa melayani konsumen dengan lancar.

Dia mengaku produk kerajinan yang dihasilkan utamanya berupa keramik lantai. Selain itu diproduksi pula panel ornamen untuk dinding. Pasar yang banyak menyerap produk miliknya selama ini yakni dari Pulau Bali. Biasanya konsumen yang memesan dipakai untuk pembangunan penginapan atau hotel, bangunan gedung berbagai kantor serta rumah pribadi.

Selain sulitnya bahan baku, kendala pemasaran juga timbul karena adanya persaingan harga antar sesama pengrajin batu di wilayah itu.

“Ada pengrajin yang tidak masuk paguyuban, mereka menekan harga serendah mungkin. Hal ini jelas merugikan,” keluh Mardiyono.

Dia sangat berharap ada kesepakatan harga yang disetujui oleh sesama pengrajin batu. Jika tidak, persaingan harga yang tidak sehat justru akan berdampak buruk pada pemasaran.

Penulis : Hilmi Hamid dan Ignatius Soni Kurniawan, S.E,M.SC  (Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa)

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar