Tuntut Dukuh Mundur, Warga Geruduk Kantor Desa

oleh -
kadhung tresno
SAPTOSARI, kabarhandayani.– Semenjak munculnya dugaan oleh warga, telah terjadi perbuatan tidak terpuji, melakukan perselingkuhan dengan tetangganya (Srt) sekitar satu tahun yang lalu, (Skm) oknum Dukuh Dondong, Desa, Jetis, Kecamatan Saptosari dituntut oleh sebagian besar warga untuk lengser dari jabatannya.
Kendati berbagai upaya telah dilakukan, beberapa kali aksi demo baik di lingkup padukuhan dan penyampaian aspirasi ke pihak Desa, namun yang bersangkutan tetap bersikukuh tidak mau melepaskan kedudukannya. Beberapa warga juga menilai pihak Desa tidak segera memberikan solusi atas tuntututannya tersebut.
Sehingga selama kurang lebih satu tahun kepemimpinan (Skm) tidak dianggap, warga tidak mengakui segala hak dan wewenangnya sebagai dukuh yang ditandai dengan pengembalian seluruh stempel di masing-masing RT yang ada di Padukuhan Dondong yang berjumlah 10. Dengan demikian segala urusan yang seharusnya secara administrasi harus melewati (Skm) tidak dilakukan, melainkan melalui perwakilan kelompok warga secara langsung diurus ke kantor desa.
Kemudian pada Hari ini, Kamis, 16/7/2014 aksi kembali terjadi, dipicu adanya keinginan pihak desa yang akan menyatakan keaktifannya lagi, bahwa (Skm) hendaknya diterima lagi sebagai Kepala  Dukuh, dengan memberikan surat edaran kepada perwakilan RT yang diundang ke kantor desa beberapa waktu lalu.
Karena hal tersebut membuat semakin  warga geram, aksi kali ini lebih besar, massa mencapai 400 warga baik bapak, ibu serta pemuda turut serta dalam demo tersebut. Dengan kawalan Polsek Saptosari mereka mendatangi Kantor Desa Jetis untuk menyampaikan bahwa Skm harus berhenti dari jabatannya.
“Pokoknya tidak mau menerimannya lagi sebagai Dukuh,” ujar Yuniyanto salah satu warga yang ikut dalam aksi penolakan. Ia menambahkan bahwa selain dituduh berbuat asusila, yang bersangkutan juga beberapa kali bertindak yang tidak pantas dilakukan sebagai orang yang dituakan.
Hal senada disampaikan Fuad Aji selaku tokoh warga, dalam orasinya Ia menyampaikan ke pihak desa,  bahwa kali ini merupakan aksi terakhir, mundurnya Skm adalah harga mati. “Jika tidak, lebih baik Dondong tanpa dukuh,” teriaknya.
Sementara peristiwa ini dihimpun, belum ada mufakat yang dicapai, aksi ditanggapi oleh Sugeng selaku Kesra Desa Jetis beserta Kades dan perangkat Desa yang lain, sesekali teriakan warga menambah gemuruh suasana demo, “mundur-mundur…. mundur,” teriak warga yang geram. (Kandar/Hfs)

Komentar

Komentar