Hemat Air, Warga Manfaatkan Air Sungai

oleh -
kadhung tresno

GEDANGSARI, kabarhandayani.– Musim kemarau membuat sebagian wilayah di Gunungkidul mengalami kekurangan air. Sumur milik warga pun mengalami penurunan debit air.
Struktur tanah di Gunungkidul yang mayoritas terdiri dari batuan padas dan kapur pun membuat air hujan yang tersimpan di dalam tanah tidak terlalu banyak. Oleh karena itu, untuk menghemat air sumur, warga masyarakat memilih memanfaatkan air sungai untuk keperluan sehari-hari.
Seperti halnya yang dilakukan oleh Sumarni (30) warga Padukuhan Ngalang, Desa Ngalang, Kecamatan Gedangsari. Sumarni memanfaatkan air sungai untuk mencuci dan mandi.
“Sekarang kan sudah musim kemarau, air sumur mulai berkurang dan hanya cukup untuk keperluan minum dan memasak. Kalau untuk mandi dan mencuci ya pakai air sungai,” ungkapnya pada Kamis (17/7/2014).
Menurut Sumarni, sungai yang melintasi Desa Ngalang ini sangat berguna bagi warga di sekitar sungai. Pasalnya, ketika musim kemarau panjang, air sumur pun kadang sampai habis sehingga untuk keperluan memasak harus membeli air.
Hal serupa juga diungkapkan Yani (28) warga Padukuhan Ngalang yang mandi dengan air di sungai tersebut. Yani yang mengaku tidak mempunyai sumur sendiri ini menjelaskan, biasanya ia meminta air di sumur tetangga.
Namun ketika musim kemarau, ia memilih membeli karena air sumur tetangganya sudah dipakai sendiri. “Ada yang menjual dengan tangki air, satu tangki itu harganya sekitar Rp 70.000,00 hingga Rp 90.000,00,” pungkas Yani. (Mutiya/Hfs)

Komentar

Komentar