Tukang Jagal Hewan Gunungkidul Panen Rejeki di Ibukota

oleh -
iklan dispar

WONOSARI,(KH).— Waryoto panen rejeki sebagai tukang jagal hewan di Jakarta. Warga Desa Siraman sudah sejak hari Rabu (1/10/2014) yang lalu pergi ke Jakarta bukan untuk merantau, melainkan untuk memanfaatkan keahliannya sebagai tukang jagal hewan. Ia sudah menjual jasa jagal hewan korban dalam setiap momentum Idul Adha di Ibu Kota Jakarta selama 5 tahun.
Latar belakangnya sebagai penjual ternak kambing yang sering memasok permintaan pelanggan di kawasan ibu kota Jakarta membuat Waryoto jeli melihat peluang rejeki. Menjual jasa sebagai tukang jagal hewan korban telah mampu menjadi rejeki tambahan bagi keluarganya.
“Setelah hewan dagangan habis, selanjutnya saya beralih profesi menjadi tukang jagal hewan kurban,” ungkapnya.
Ditemani 4 orang temannya yang juga berasal dari Gunungkidul, Waryoto mengaku memperoleh pesanan untuk menyembelih 25 ekor sapi pada hari Sabtu kemarin. Ia bersama kawan-kawannya mengerjakan order pemotongan hewan korban. “Satu sapinya dihargai Rp 300 ribu, ditambah dengan kaki sapi dan kulit yang diberikan kepada saya,” ujarnya.
Ayah dari dua orang anak ini mengaku sangat senang bisa menjadi seorang tukang jagal hewan korban. Di samping mendapatkan upah, ia juga merasa senang dapat menjadi seorang pemotong sapi di hari raya Idul Adha.
Waryoto mengaku tidak memerlukan waktu yang lama dalam menyembelih 25 ekor sapi sekaligus. Ia dan keempat temannya memakan waktu kurang lebih 5 jam untuk menyembelih, menguliti dan memotong-motong dagingnya. “Masyarakat di kota cenderung ingin sesuatu yang instan dan tidak mengeluarkan tenaga,” ungkapnya.
“Jangan malu untuk berkarya, karena semua manusia diberikan talenta yang bisa di gunakan untuk menolong ataupun mencari nafkah. Semoga berkah Idul Adha tetap ada di tahun-tahun yang akan datang,” pungkasnya. (Atmaja/Jjw).

Komentar

Komentar