Teknik Marketing Penentu Kelangsungan Bakpia 101

oleh -
Toko Bakpia 101. KH
iklan dispar
bakpia2
Bakpia 101. Foto : Kandar

PLAYEN, (KH) — Dalam dunia perdagangan selain kualitas produk, teknik menjual menjadi salah satu penentu laris tidaknya produk atau dagangan. Seperti yang dilakukan Toni Kurniawan pemilik Toko Oleh-Oleh Sari Rasa Bakpia Pathuk 101; dirinya serius bagaimana memasarkan produknya.

Ia menyampaikan, sekitar Tahun 2011 karena belum banyak toko serupa, usahanya cukup menjanjikan. Bahkan, dirasa tidak memiliki saingan. Dalam seminggu mencapai sekitar 90an bus wisata singgah menurunkan penumpangnya untuk membeli oleh-oleh.

Saat pariwisata di Gunungkidul semakin berkembang, toko oleh-olehnya sempat mengalami penurunan omset. Hal tersebut disebabkan semakin banyaknya toko serupa yang baru. Pasaran kembali membaik sekitar satu tahun yang lalu, berkat teknik pemasaran yang dilakukan.

Sebagai produk utama, ungkap Toni, makanan khas asli Gunungkidul menjadi andalannya selain Bakpia, di antaranya, Gathot, Thiwul dan belalang goreng menjadi jenis oleh-oleh yang paling diminati. Selain menonjolkan makanan khas daerah, dan menjaga hubungan baik dengan kru bus wisata, dirinya juga bekerjasama dalam bentuk saling tukar  informasi terkait tempat wisata dan toko oleh-oleh dengan pelaku wisata.

“Kita juga ada tim marketing yang berada di tempat wisata untuk mempromosikan ke sejumlah kru bus wisata dan ketua rombongan wisatawan,” kata Toni, Rabu, (18/2/2015).

Di tokonya disediakan pula bakpia, gathot, thiwul serta belalang goreng khusus untuk dicicipi pengunjung. Hal ini untuk meyakinkan rasa makanan tersebut, sehingga pembeli merasa lebih yakin untuk membeli karena rasa yang enak serta kualitas yang terjaga. Selain makanan khas, di toko yang mempekerjakan 12 karyawan tersebut, juga terdapat sekitar 25 jenis oleh-oleh yang berasal dari sejumlah produsen di Yogyakarta.

“Di sini juga tersedia Bakpia 750, geplak bantul, kripik belut, yangko, wingko dan lainnya. Harga bakpia dimulai dari paket hemat Rp 17.000 hingga Rp 35.000,” jelas Toni yang kesehariannya menunggu toko di Jl Wonosari-Yogya Km 3.

Ketika pengunjung datang, pelayanan yang baik nampak terlihat. Dengan cekatan seluruh karyawan mengambil posisinya masing-masing, melayani bagian oleh-oleh kiloan, melayani pada bagian tempat mencicipi, serta pelayanan bagian kasir dengan ramah; sementara Toni dengan megaphone sibuk menyambut penumpang bus turun dengan berbagai informasi bernada rayuan tentang toko. (Kandar/Tty)

Komentar

Komentar