Inilah 3 Produsen Peyek yang Turut Mensuplay Pusat Oleh-Oleh

oleh -
Produk Planet Peyek
kadhung tresno
Produk Planet Peyek
Produk Planet Peyek

WONOSARI, (KH) — Awalnya wirausaha pembuatan peyek  ini dimiliki oleh tiga bersaudara. Aneka jenis peyek dibuat, seperti Peyek Kacang, Peyek Kedelai, dan Peyek Ikan Teri.

Pemegang utama usaha peyek dimulai oleh Tatik. Kedua adiknya, Suprapto dan Endartiningsih bekerja dan membantu kelancaran jalannya wirausaha Tatik yang berada di Gadungsari, Wonosari, Gunungkidul.

Disampaikan Endartiningsih, pada tahun 2005, melalui rembuk keluarga, dan merasa telah memiliki kemampuan, Suprapto dan Endartiningsih memberanikan diri membuka usaha sejenis pada lokasi yang tidak jauh dari tempat produksi sewaktu masih bersama.

Tahun pertama menjalankan sebuah wirausaha bukan hal yang mudah. Keuletan mereka benar-benar diuji. Belum memiliki pelanggan satu pun, membuatnya harus bekerja keras dalam melakukan promosi. Menawarkan ke toko-toko dan pasar terus dilakukan.

Mendapat banyak penolakan atau diterima sebagian yang lain, mewarnai awal usahanya. Situasi sulit seperti ini disampaikannya saat ditemui KH Minggu, (11/10/2015). “Agar lebih dikenal kami pasang papan nama di depan kios yang juga sebagai tempat produksi, bersamaan telah keluar ijin usaha kami,” Kenang Endartiningsih yang memberikan merek usahanya dengan Planet Peyek ini.

Singkatnya, kini, Planet Peyek memiliki sejumlah pelanggan, seperti instansi Pemda, Kodim, Polres. Beberapa Toko kuliner khas Gunungkidul, warung di pasar, dan lain sebagainya secara periodik memesan produknya. Kini, tanpa harus keluar lagi melakukan penawaran, Endartiningsih tinggal melayani pesanan demi pesanan.

Tidak jauh berbeda dengan adiknya, Suprapto dengan merek usaha Sari Menir, menjadi supplier toko oleh-oleh yang ada di jalur-jalur utama wisata Gunungkidul. Bahkan tiap dua hingga tiga minggu sekali harus mengirim ke toko oleh-oleh di wilayah Yogyakarta.

Untuk mendukung jalanya wirausaha, Mereka masuk ke Asosiasi Pengusaha Makanan Minuman dan Olahan (Aspemako) di bawah naungan Disperindagkop Gunungkidul. Ditambahkan Endartiningsih, terkait jumlah produksi, baik Toko Peyek Bu Tatik, Planet Peyek, dan Sari Menir, rata-rata tiap hari menghabiskan 8-10 kg tepung.

“Kalau hari-hari tertentu, momentum hari libur, hari besar, dan tradisi Rasulan, biasanya permintaan mengalami peningkatan. Dapat menghabiskan 12 hingga 15 Kg. Tepung kita cari di warung dekat sini. Sedangkan kedelai, kacang dan ikan teri dibeli di pasar,” jelasnya. (Kandar)

Komentar

Komentar