SMP Gotro Tanjungsari Kini Menjadi Kenangan Masa Lalu

oleh -
Bupati Badingah meresmikan alih status SMP Gotro Tanjungsari menjadi SMPN 3 Tanjungsari. KH/Atmaja.
kadhung tresno
Bupati Badingah meresmikan alih status SMP Gotro Tanjungsari menjadi SMPN 3 Tanjungsari. KH/Atmaja.
Bupati Badingah meresmikan alih status SMP Gotro Tanjungsari menjadi SMPN 3 Tanjungsari. KH/Atmaja.

TANJUNGSARI, (KH) — Sekolah Menengah Pertama (SMP) Gotro Tanjungsari kini beralih setatus menjadi SMP N 3 Tanjungsari. Proses peralihan status dilakukan selama kurang lebih 10 tahun.

“Pada tahun 2005 lalu pihak Yayasan Bina Arga mengusulkan untuk peralihan status dari swasta ke negeri,” ucap Sukiadi, Kepala Sekolah yang terakhir dari SMP Gotro Tanjungsari, Rabu (29/04/2015).

Ia memaparkan SMP Gotro berdiri pada tanggal 1 Jnuari 1967 dengan nama SMP Gotro Kemiri yang didirikan tokoh masyarakat mulai dari guru hingga tokoh masyarakat lainnya. Pendirian SMP Gotro Kemiri dilatarbelakangi banyaknya siswa lulusan Sekolah dasar (SD) saat itu yang kesulitan meneruskan pendidikan ke jenjang selanjutnya.

“Adanya aturan pemerintah untuk sekolah yang harus memiliki lembaga hukum, dibentuklah Yayasan Bina Arga pada tanggal 1 April 1971,” ujarnya.

Kepala Disdikpora yang diwakili oleh Sekretaris Disdikpora Bahron Rosyid dalam sambutannya mengatakan, SMP Gotro Tanjungsari sudah lama mengehendaki proses pengalihan.

“Kajian dilakukan sejak 2010 lalu dengan intensif kajian pada tahun 2013 sampai 2014 dan pada tahun 2015 baru bisa terealisasikan,” kata Bahron.

Ia menegaskan, sekolah yayasan bukan berarti tidak bermutu. Sekolah negeri belum tentu menjamin mutu pendidikan yang terpenting bagaimana bersekolah dengan baik dan menjadi sekolah yang berprestasi.

Sementara itu Bupati Gunungkidul, Hj Badingah S.Sos mengatakan, perubahan status harapannya justru mampu menjadikan sekolah berprestasi. Selain itu mutu pendidikan tentunya menjadi perhatian agar siswa SMPN 3 Tanjungsari memjadi siswa yang cerdas.

Bagi pengajar, penguasaan teknologi menjadi keharusan, karena itu perlu meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan. Pemberlakuan biaya yang terjangkau dan standar pendidikan juga disesuaikan memberikan perubahan positif bagi orang tua maupun siswa.

“Tentu kita berharap perubahan status juga memberikan perubahan positif pada sekolah khususnya dan pada masyarakat secara umumnya,” tandas Badingah. (Atmaja).

Komentar

Komentar