Warga Tanjungsari Ditemukan Meninggal Mengambang di Kolam Pengolahan Limbah di Bantul

oleh -
mayat
evakuasi dan pemeriksaan jenazah warga Saptosari. (istimewa)

BANTUL, (KH),— Seorang warga Kapanewon Tanjungsari ditemukan meninggal. Mayatnya mengambang di sebuah kolam Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sebuah pabrik pengolahan kulit Sapi, di Padukuhan Banyakan, Kalurahan Sitimulyo, Piyungan, Bantul, Jumat (9/7/2021).

Korban dilaporkan bernama Timbul (45), warga Padukuhan Pakel, Kalurahan Hargosari, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul. Sehari-hari korban berprofesi sebagai pembeli rosok atau barang bekas yang biasa berkeliling menggunakan sebuah becak kayu.

Sejak hari Kamis pagi (8/7/2021) hingga menjelang malam, becak dari korban terlihat terparkir di depan sebuah pabrik tabung gas di Padukuhan Banyakan.

Dari laporan harian khusus unit Intelkam Polsek Piyungan menyatakan, bahwa kejadian penemuan mayat warga Gunungkidul ini terjadi pada Jumat (9/7/2021), sekitar pukul 17.10 WIB.

Adapun tempat kejadiannya berada di kolam IPAL CV Jogja Kurnia Leather yang beralamat di Padukuhan Banyakan, Kalurahan Sitimulyo, Piyungan, Bantul.

Petugas piket Polsek Piyungan, Iptu Wahyu Tri Wibowo dalam laporannya menyatakan, penemuan mayat mengambang di kolam IPAL  ini diketahui pertama kali oleh Paijo (53), warga Padukuhan Banyakan, Kalurahan Sitimulyo, Piyungan.

“Sekitar pukul 16.45 WIB sepulang dari mencari rumput  saksi melintas di sekitar kolam IPAL milik CV Jogja Kurnia leather yang bergerak di bidang penyamakan kulit sapi. Pada kolam IPAL tersebut saksi melihat sosok tubuh manusia mengapung tak bergerak  kemudian saksi memberitahukan kepada Dukuh Banyakan 2,” terang Iptu Wahyu Tri.

Laporan dari Dukuh Banyakan kemudian diteruskan ke Polsek Piyungan, yang segera terjun ke lokasi bersama tim medis dari Puskesmas, dan Tim Inafis Polres Bantul.

“Dari hasil pemeriksaan di tempat kejadian, jenazah korban masih menggunakan baju lengkap dan menggunakan topi serta ditemukan dompet milik korban. Tubuh korban dalam kondisi kaku, dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan,” lanjut Wahyu.

Sementara itu, Wagito, Dukuh Padukuhan Pakel, sebagai wakil dari keluarga korban menyatakan bahwa pihak keluarga menerima hasil pemeriksaan pihak berwajib.

“Pihak keluarga menerima sepenuhnya kejadian ini sebagai musibah, dan tidak menghendaki adanya tindakan lebih lanjut serta segera memakamkan jenazah almarhum,” terang Wagito. (Edi Padmo)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar