SKAU Sebagai Pelindung Kepemilikan Kayu

oleh -
Kepala Dinas Kehutan dan Perkebunan Kabupaten Gunungkidul, Ir. Bambang Wisnu Broto. Foto : Atmaja
kadhung tresno
Kepala Dinas Kehutan dan Perkebunan Kabupaten Gunungkidul, Ir. Bambang Wisnu Broto. Foto : Atmaja
Kepala Dinas Kehutan dan Perkebunan Kabupaten Gunungkidul, Ir. Bambang Wisnu Broto. Foto : Atmaja

WONOSARI,(KH) — Surat keterangan asal usul kayu (SKAU) penting bagi pemilik kayu sebagai bukti legalitas penjualan kayu. Selain sebagai bentuk legalitas kepemilikan, SKAU juga digunakan sebagai pelindung kepemilikan kayu.

Kepala Dinas Kehutan dan Perkebunan Kabupaten Gunungkidul, Ir. Bambang Wisnu Broto mengatakan, SKAU tersebut diatur dalam Peraturan Mentri Kehutanan No 30, Pemilik kayu wajib mempunyai bukti kepemilikan kayu melalui SKAU trrsebut.

SKAU juga sebagai salah satu dokumen yang harus dilengkapi, untuk menyertai surat jalan dalam pengiriman kayu untuk dijual. Untuk kayu yang tidak dijual dan hanya dikirimkan warga, hanya perlu membuat nota pribadi kepemilikan kayu.

“Selain itu, tujuan lainnya untuk menanggulangi ilegal loging. Terlebih saat kayu hendak dijual dan dikirimkan, SKAU harus ada untuk melengkapi legalitas kepemilikan kayu,” jelasnya, Jumat (24/04/2015).

Ia menambahkan, saat ini kewenangan mendapatkan SKAU beralih ke Desa. Warga yang membutuhkan surat tersebut dapat memintanya di masing-masing desa.

Semua kegiatan penebangan yang terdapat di hutan rakyat bersifat legal. Tetapi legalitas tersebut harus disertai dokumen yakni SKAU.

Lebih lanjut Bambang menjelaskan, fungsi surat tersebut juga digunakan sebagai dokumenter agar keberadaan pepohonan tetap terjaga. “Jadi, surat tersebut tetap penting sebagai pelindung kepemilikan kayu dan sebagai dokumen yang berguna bagi Dishutbun,” tandasnya. (Atmaja)

Komentar

Komentar