Harga Kayu Gelondongan Ikuti Masa Pendaftaran Sekolah

oleh -
iklan dispar

PATUK, kabarhandayani.– Masa memasuki pendaftaran sekolah tidak hanya mempengaruhi harga hewan ternak yang menjadi pilihan warga untuk memperoleh uang dengan cepat. Untuk memperoleh uang dengan praktis, menjual kayu menjadi salah satu pilihan para orang tua guna memenuhi kebutuhan biaya pendaftaran sekolah anaknya.
Hal itu mempengaruhi harga kayu gelondongan sehingga harga kayu mengalami penurunan. Yanto (38), pelaku jual beli kayu asal Desa Ngoro-oro membenarkan hal tersebut.
“Akhir-akhir ini harga kayu anjlok karena banyaknya warga yang menjual kayunya untuk kebutuhan biaya pendaftaran anaknya untuk masuk sekolah,” ungkapnya pada Sabtu (5/7/2014).
Berdasarkan penuturan Yanto, penurunan harga terjadi pada semua jenis kayu. Kayu sono kini menurun hingga 30 persen dari harga semula yang berkisar antara 10 juta hingga 20 juta per kubik. Harga kayu pun bervariasi tergantung dari diameternya mulai dari diameter 30 cm hingga 50 cm. Harga untuk kayu sono yang berdiameter 50 cm berkisar 20 jt per kubik, 40 cm sekitar 15 juta per kubik  dan diameter 30 cm sekitar 10 juta perkubiknya.
Pria yang bergelut di bisnis jual beli kayu sejak tahun 2005 ini mengungkapkan, penurunan harga kayu pun terjadi pada kayu mahoni, jati dan sengon. Masing-masing jenis kayu mengalami penurunan harga sekitar 15 hingga 25 persen.
Yanto menuturkan, kayu mahoni dengan diameter 50 cm seharga 2,5 juta per kubik, kayu jati berdiameter 30 berkisar 3,2 juta perkubik dan untuk diameter 40 berkisar 4 juta. Selain itu, harga kayu sengon laut kini hanya sekitar 1,5 juta per kubik atau tergantung besar kecilnya batang pohon.
Hal senada juga disampaikan oleh Jumiran (45) warga Desa Nglanggeran yang juga bergelut di perdagangan kayu gelondongan ini. “Semua jenis kayu mengalami penurunan harga. Sekarang harganya murah. Mungkin itu pengaruh dari banyaknya kebutuhan orangtua untuk bayar sekolah anaknya,” ujar Jumiran. (Mutiya/Hfs)

Komentar

Komentar