Shalat Ied di Wiladeg Dijaga Umat Nasrani GKJ

oleh -
Penjagaan parkir. Foto : Andri
kadhung tresno
Penjagaan parkir. Foto : Andri
Penjagaan parkir. Foto : Andri

WONOSARI, (KH) — Di tengah banyaknya kabar seputar intoleransi yang ada di Gunungkidul, ternyata masih banyak warga masyarakat yang mau  menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi antara umat beragama. Hal ini dibuktikan oleh sejumlah warga Desa, Wiladeg, Karangmojo. Umat kristiani yang tergabung dalam muda-mudi jemaat GKJ Wiladeg ikut menjaga jalannya Shalat Idul Fitri 1436 H di Lapangan Wiladeg, Jumat, (17/07/2015).

Tradisi ini bukan kali pertama dijalankan namun telah menjadi kebiasaan umat beragama di Wiladeg selama lebih dari 8 tahun lalu. Sebaliknya pemandangan saling toleransi antar umat beragama juga nampak saat Hari Natal tiba, umat muslim juga turut menjaga jalannya ibadat di Gereja Kristen Jawa.

Salah satu panitia dari jemaat Kristen sekaligus perangkat desa Wiladeg, Suryanto, menjelaskan, muda-mudi gereja melakukan penjagaan Shalat Ied dengan cara mengatur parkir serta membersihkan lapangan usai digunakan Shalat Ied, mereka jugalah yang menyiapkan tempat sebelum lapangan digunakan untuk Shalat.

“Warga Wiladeg harus bersama-sama menjaga keamanan pelaksanaan salat Idul Fitri umat muslim,” katanya.

Sementara itu, salah satu jemaat gereja yang bertugas menjaga kendaraan, Agni, menjelaskan, sudah berada di lokasi Shalat Ied sekitar pukul 06.00 bersama teman-temannya. Menurutnya, hal ini membangun saling toleransi dan membantu antar umat di satu Desa yang sama. Ia juga berharap kebiasaan baik ini juga dilakukan di beberapa tempat lain di Gunungkidul.

“Ini kan Hari Raya mereka, bagaimana kita juga memberikan dukungan dengan cara ini,” pungkasnya. (Andri)

Komentar

Komentar