Ribuan Lampion Terbang Di Atas Embung Sriten

oleh -
Lampion Embung Srinten. Foto : Andri
iklan dispar
Lampion Embung Srinten. Foto : Andri
Lampion Embung Srinten. Foto : Andri

NGLIPAR, (KH) — Obyek wisata Embung Sriten yang berada di Desa Pilangrejo, Kecamatan Nglipar, terus berbenah diri, demi bisa menjadi destinasi wisata yang dikenal luas oleh seluruh warga Gunungkidul hingga luar daerah. Dengan menggelar acara bertajuk “Seribu Lampion”, karang taruna daerah setempat mampu menyedot minat ratusan warga Gunungkidul dan warga dari berbagai wilayah lain, seperti Jogja dan Klaten. Acara tersebut digelar di area Embung Sriten, Sabtu (18/07/2015).

Sejak pukul 17.00 para peserta memasuki area embung, setelah mendapat kupon, mereka langsung menukarnya dengan satu buah lampion yang nantinya akan diterbangkan dengan cara membakar parafin yang ada dalam lampion. Hingga pada pukul 20.00 pihak panitia meminta agar lampion diterbangkan secara bersama-sama lantaran angin di area tersebut sudah tenang dan mampu menerbangkan lampion.

“Seru mbak, ini kayaknya baru yang pertama. Saya kemari bersama teman-teman,” ucap Fitri warga Wonosari.

Kepala Desa Pilangrejo, Sunaryo, menjelaskan, dirinya memiliki harapan besar, agar ke depanya Desa Pilangrejo mampu menunjukan potensi wisata Embung Batara. Pihak panitia sengaja menggelar acara pelepasan lampion tepat di hari kedua lebaran, lantaran berharap bisa menyedot wisatawan dari luar daerah yang tengah berlibur ke desa.

“Ini baru kali pertama kita lakukan, saya berharap acara-acara seperti ini terus dilakukan,” ucapnya, Minggu (19/07/2015).

Ia menambahkan, dibukanya Embung Sriten sebagai tempat tujuan wisata diharapkan bisa membuat roda perekonomian warga sekitar ikut berputar. Seiring dengan bertambahnya wisatawan, dapat memberikan kontribusi terhadap karang taruna. Sunaryo, lebih lanjut menjelaskan, ia hanya mengambil Rp. 5.000,- sebagai retribusi masuk dari pengunjung. Jumlah tersebut sesuai Perdes yang telah disahkan.

“Untuk retribusi dari Pemda tengah diusahakan,” imbuhnya. (Anri)

Komentar

Komentar