Pesepeda Ditemukan Meninggal Dunia, Diduga Alami Henti Nafas

oleh -
Meninggal dunia
Pesepeda ditemukan mati mendadak. (Istimewa)
iklan golkar idup fitri

GUNUNGKIDUL, (KH),– Seorang pesepeda mati mendadak terjadi, Minggu, (27/3/2022). Dia ditemukan mengenakan kostum olahraga sepeda tergeletak di samping sepedanya di ruas jalan Pilangrejo-Sriten di Padukuhan Ngangkruk, Kalurahan Pilangrejo, Nglipar, Gunungkidul.

Korban masih mengenakan kaca mata. Sementara helm yang dikenakan terlepas. Kasubag Humas Polres Gunungkidul, AKP Suryanto menginformasikan korban bernama Bangun Supardiyono (49). Dia merupakan warga Perum Sri Sejahtra Rt 03/09, Kenep, Sukoharjo, Sukoharjo.

“Korban ditemukan anggota RAPI Gunungkidul yang hendak menuju Sriten sekitar pukul 11.00 WIB,” kata AKP Suryanto.

Ditambahkan, Saksi, Yudi Siswanto (48) menemukan korban tergeletak di tengah jalan. Dia mengecek kondisi korban. Saksi menduga korban telah meninggal dunia.

“Saksi bersama teman lainnya segera mencari teman korban yang dimungkinkan menuju arah Embung Sriten, setelah mendapati beberapa orang yang sedang bersepeda saksi memberitahu kepada rombongan tersebut jika ada salah satu orang pesepeda yang tergeletak di jalan dengan menggunakan kaos lengan panjang bertulisakan “Gowes Badak Senja Sukoharjo,” terang AKP Suryanto.

Lanjutnya, setelah itu saksi 1 bersama dengan rombongan pesepeda tersebut kembali turun untuk melihat kondisi korban, sesampainya di tempat korban tergeletak, para rombongan pesepeda tersebut mengecek kondisi korban dan membenarkan bahwa orang tersebut adalah teman rombongan mereka.

Saksi lain juga turut mengecek kondisi korban dan turut meyakini bahwa korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Kejadian tersebut oleh saksi dilaporkan ke pihak kepolisian dan pihak PMI agar ditangani sesuai prosedur. Tidak lama kemudian Petugas Polsek Nglipar bersama PMI Kabupaten Gunungkidul sampai di lokasi dan membawa korban ke RSUD Wonosari dengan menggunakan ambulan PMI.

“Setelah di periksa oleh tim medis RSUD Wonosari dinyatakan bahwa di tubuh korban tidak ada tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan. Korban sudah kaku. Diperkirakan meninggal karena tiba-tiba mengalami henti nafas sekitar lebih dari 2 jam,” imbuh AKP Suryanto.

Menurut keterangan teman korban, korban tidak memiliki riwayat penyakit jantung. Korban merupakan guru pencak silat “Trenggani” yang di kenal kuat fisiknya.

“Korban bersama rombongan Gowes Badak Senja sedang berolahraga bersepeda. Ia bersepeda bersama 7 temannya,” tukasnya. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar