Sering Macet, Pipa Air Perkotaan Ternyata  Rawan Retak

oleh -
Ilustrasi
iklan dispar
Ilustrasi
Ilustrasi

WONOSARI, (KH) — Perusahaan Daerah Air Minum PDAM Tirta Handayani mengakui seringnya terjadi kemacetan dalam penyaluran air di sejumlah titik di Kota Wonosari. Hal ini disebabkan pipa sambungan air terbuat dari bahan asbes yang tergolong rawan retak dan patah.

Direktur Utama PDAM Tirta Handayani Wonosari Isnawan Fibriyanto menjelaskan, pipa tersebut berada di kawasan perkotaan, khususnya di jalan protokol, dengan panjang lebih kurang 12 kilo meter, dengan diameter 12 inci, 10 inci, enam inci, dan empat inci. Potensi retakan maupun pecah dapat terjadi, ketika pipa mendapat beban yang berat dari bagian atas.

Sebelumnya, sejumlah warga Padukuhan Kepek Wonosari mengeluhkan macetnya aliran air dari PDAM. Salah satu warga Kepek 1 bernama Gunarto mengaku bingung dalam mendapatkan air. Gunarto tidak memiliki tampungan air selain mengandalkan aliran air PDAM untuk melakukan aktivitasnya.

“Memang kadang-kadang macet seperti ini, kalau sudah begini, saya bingung,” ucapnya, Rabu (09/09/2015).

Isnawan Fibriyanto menjelaskan, tidak lancarnya aliran air dua hari terakhir ini, karena adanya perbaikan pipa di wilayah utara Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari.

Ia mengakui, bahwa bahan pipa dari asbes memiliki sejumlah kekurangan, salah satunya tidak lentur. Sehingga, apabila terjadi kasus pipa retak atau patah, PDAM kemudian memperbaiki dengan cara menyambung pipa lama dengan pipa baru dengan bahan PVC atau bahan lain yang lebih lentur.

Tindakan itu yang juga akan dilakukan selama masa perbaikan pipa yang berlokasi di sebelah utara RSUD Wonosari saat ini.

“Tapi kalau air tidak mengalir ke permukiman, tiga hari adalah waktu maksimal,” terangnya. (Maria Dwianjani)

Komentar

Komentar