Sensasi Berbuka Puasa di Resto di Tengah Sawah

oleh -
Suasana resto jelok. Foto : Atmaja
iklan dispar
Suasana resto jelok. Foto : Atmaja
Suasana resto jelok. Foto : Atmaja

PATUK,(KH) — Anda bosan dengan suasana berbuka puasa seperti biasanya, cobalah datang ke Jelok, Beji, Patuk. Di sana terdapat sebuah resto yang berbeda. Resto tersebut berada di tengah sawah dengan suasana pedesaan yang asri.

Aminudin Aziz, pengelola kampung jelok resto, mengaku sengaja membuat resto dengan konsep yang berbeda dari tempat lainnya. Selain untuk pemberdayaan masyarakat sekitar, juga untuk menciptakan suasana makan yang berbeda dari umumnya.

“Satu paket menu berbuka puasa di kampung Jelok resto ini, pengunjung hanya perlu merogoh kocek Rp 25 ribu rupiah,” katanya, Senin (22/06/2015).

Kerena berada di pedesaan, lanjut dia, menu yang dihadirkanpun merupakan menu khas jawa dengan menu utama gudeg Jogja, lengkap dengan sayur lombok ijo. Selain destinasi wisatanya, kekayaan kuliner Gunungkidul juga menjadi buruan para pecinta kuliner.

Untuk mencapai Jelok resto, pengunjung bisa berkendara dari arah Kecamatan Patuk menuju Wonosari. Tepatnya di jalan desa Putat, setelah gereja pengunjung dapat belok kanan menuju desa Beji.

Ia menambahkan, jalan masuk menuju resto pun cukup unik, pengunjung harus melewati sebuah jembatan kayu untuk menyebrangi sungai oya yang merupakan sungai terbesar di Gunungkidul. Di resto yang berada di tengah persawahan ini menyajikan aneka makanan khas jawa dengan konsep tradisional. Meski menggunakan konsep tradisional, Jelok resto tetap mengusung standart penyajian sekelas resto..

“Bukan hanya menunya, rumah-makannyapun terbilang unik, yakni berada di bekas kandang sapi yang telah dimodifikasi menjadi ruang makan yang menarik. Uniknya, seluruh bahan makanan di resto ini diambil dari hasil panen masyarakat setempat. Seperti beras lokal organik hingga ikan yang berasal dari sungai,” imbuhnya.

Sambil menunggu berbuka, pengunjung bahkan bisa memetik langsung aneka tanaman seperti selada yang ditaman dengan sistem hidroponik. Aneka tanaman tersebut dapat dikonsumsi langsung sebagai lalapan atau pelengkap menu utama.

Salah satu pengunjung, Ana, mengaku tertarik dengan suasana berbuka yang berbeda dari sebelumnya. Bahkan aneka masakan yang disajikan, juga memiliki rasa yang enak dan tidak terdapat di resto lain.

“Ya, menjadi salah satu pengalaman menarik bisa berbuka puasa sekaligus menikmati keindahan alamnya. Bisa menjadi refrensi untuk datang lagi lain hari,” kata pengunjung asal Sleman tersebut. (Atmaja)

Komentar

Komentar