Sekolah Inti Budaya Harus Dapat Wanuh, Gambuh, Dan Ngrengkuh

oleh -
Penampilan seni Kethoprak siswa dalam Kridha Budaya SMA N 2 Playen. KH/ Kandar
iklan dispar
Penampilan seni Kethoprak siswa dalam Kridha Budaya SMA N 2 Playen. KH/ Kandar
Penampilan seni Kethoprak siswa dalam Kridha Budaya SMA N 2 Playen. KH/ Kandar

WONOSARI, (KH)– Sekolah Menengah Atas Negeri (SMA N) 2 Playen, Minggu, (8/2/2016) kemarin mengadakan hajatan Kridha Budaya di Gedung Kesenian Wonosari. Pentas pagelaran seni ini sekaligus merupakan ujian praktek bagi siswa kelas II.

Disampaikan Kepala Sekolah, Fadmiyati, M.Pd, pelaksanaan Kridha Budaya juga berkaitan atas SK dari Dinas Pendidikan Propinsi DIY sebagai sekolah berbasis budaya sejak tiga tahun lalu. Lantas karena perkembangan seni budaya berkembang pesat tidak hanya sebatas artefaknya saja tetapi nilai-nilai budaya juga tercermin maka tahun ini ditunjuk lagi sebagai Sekolah Inti Budaya.

“Kami memiliki kewajiban menyediakan tempat dan fasilitasnya serta membimbing siswa di seluruh Gunungkidul dengan bakat seni budaya terbaik disekolahnya, namun sebelumnya harus melalui seleksi di tingkat Kabupaten dan DIY baru kemudian diserahkan ke SMA 2 Playen,” jelasnya di sela acara.

Kridha Budaya, lanjut dia merupakan salah satu bentuk ekspresi siswa dalam melestarikan budaya Yogyakarta. Pada pelaksanaannya seni yang ditampilkan, Geguritan, Macapat, dan Kethoprak, serta menampilkan budaya daaerah lain berupa tari kolosal dari Kalimantan.

Kepala Disdikpora Gunungkidul, Sudodo, hadir mengapresiasi progress SMA N 2 Playen dalam bidang seni budaya. Ia berpesan, sebagai sekolah inti budaya harus dapat Wanuh, yang artinya mengenalkan budaya daerah dalam hal ini Yogyakarta. Kemudian Gambuh atau bermakna rasa memiliki, Handarbeni.

“Lalu Ngrengkuh, yang tak lain memiliki kewajiban melestarikan Budaya yang ada,” ucapnya.

Sementara ini, sebagai sekolah inti budaya atau sebagai tim budaya Gunungkidul, SMA N 2 Playen efektif menjalankan tiga cabang pembelajaran seni budaya diantaranya Tari, Desain Poster, dan Vocal. (Kandar)

Komentar

Komentar