Produser Film Segera Temui Penulis Novel Mars

oleh -
Produser film Mars Andy Syafik (kanan) menyerahkan tumpeng pada acara launcing. Ketua DPRD Gunungkidul Suharno (kiri). Foto : Juju
iklan dispar
Produser film Mars Andy Syafik (kanan) menyerahkan tumpeng pada acara launcing. Ketua DPRD Gunungkidul Suharno (kiri). Foto : Juju
Produser film Mars Andy Syafik (kanan) menyerahkan tumpeng pada acara launcing. Ketua DPRD Gunungkidul Suharno (kiri). Foto : Juju

WONOSARI,(KH)— Polemik pengangkatan Novel Mars ke dalam film layar lebar mulai menemukan titik terang. Produser Film Mars, Andy Shafik mengaku akan kembali ke Gunungkidul untuk bertemu dengan penulis novel Mars pekan depan.

“Kita akan bertemu langsung dengan penulis setelah saya kembali ke Yogyakarta,” kata Andy Shafik saat dihubungi kabarhandayani melalui email pribadinya, Senin (12/1).

Dia menjelaskan, pengangkatan Novel Mars sebenarnya sudah dikomunikasikan dengan penerbit. Sehingga perihal novel tersebut sudah tidak ada masalah lagi. “Semuanya clear,” kata Andy yang mengaku sedang ada di Jakarta.

Dia mengungkapkan, pengangkatan Novel Mars ke dalam layar lebar diakuinya sudah mendapatkan ijin dari penerbit. Tetapi pihak penerbit ternyata belum melakukan komunikasi dengan pihak penulis.

“Selama ini komunikasi saya baru dengan pihak penerbit, saya juga sudah mengkonfirmasi atas informasi ini dengan penerbit. Semoga ke depan semuanya lancar,”katanya.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Aishworo Ang tidak mau berkomentar banyak. Warga Sambirejo, Semanu ini terlanjur kecewa dengan tidak adanya ijin dari penerbit maupun pihak produser.

“Kalau mau nemuin saya ya harusnya komunikasi dengan saya langsung dong. Buktinya  hingga saat ini tidak ada komunikasi apa-apa,”ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Aishworo Ang, penulis novel Mars mendadak menjadi perbincangan setelah hasil karyanya (Novel Mars) diangkat ke layar lebar oleh rumah produksi besar Multi Buana Kreasindo.

Novel tersebut menceritakan perjuangan seorang perempuan dusun yang lugu dan buta huruf bernama Tupon. Seorang diri dia menyekolahkan putrinya bernama Sekar Palupi.

Dikisahkan dalam novel itu, Tupon dan putrinya selalu melihat langit sebelah barat, menyaksikan kerlap-kerlip bintang, menyaksikan bintang berwarna merah, yang tidak lain adalah planet Mars. Oleh Tupon, bintang merah itu disebut Lintang Lantip.

Tiap kali melongok langit itu, Palupi yang masih kecil selalu merengek minta diajak ke Lintang Lantip. “Aku mau ke Lintang Lantip, Mbok”. Setiap kali pula Tupon menjawab, jika Palupi mau ke sana caranya adalah dengan sekolah yang rajin.

Pada akhirnya, keinginan Palupi ke planet Mars tercapai. Bukan benar-benar ke planet merah itu, melainkan menjadi pakar planet Mars. Palupi menjadi astronom bidang planet Mars.

Film yang diangkat dari novel karya Aishworo Ang ini rencananya dibintangi para artis tersohor seperti Kinaryosih, Acha Septriasa dan akan dirilis perdana Mei mendatang.  Kusworo mengaku kaget, bangga sekaligus kecewa. Sebab, tidak ada ijin sebelumnya bahwa novel yang dia tulis akan diangkat menjadi sebuah film. (Juju/Bara)  

Komentar

Komentar