Penyandang Disabilitas Juga Ingin Mendapatkan SIM

oleh -
kadhung tresno

disabilitasWONOSARI, 

WONOSARI, (KH) — Penyandang disabilitas Kabupaten Gunungkidul berharap mendapat kemudahan dalam memperoleh Surat Ijin Mengemudi (SIM). Hal ini terungkap dalam launcing Forum Komunikasi Difabilitas Gunungkidul di Bangsal Sewoko Projo, Wonosari, Senin (12/1).

Ketua II Persatuan Penyandang Cacat Gunungkidul, Untung Subagyo menuturkan, banyak penyandang disabilitas Gunungkidul yang memakai kendaraan roda dua yang sudah didesain untuk keperluan transportasi setiap harinya.  Mereka berharap mendapat kemudahan dalam memperoleh SIM agar tidak terkena tilang.

“Sebagai warga negara yang taat kepada peraturan, kita juga ingin memiliki SIM. Sehingga tidak was-was saat ada razia kelengkapan surat-surat,” katanya saat ditemui KH seusai acara.

Sementara penyandang difabel lainnya, Kasno menuturkan, dirinya sudah tidak dapat dipisahkan dengan motor modifikasi miliknya. Karena motor tersebut salah satu armada yang dia punya untuk mengais rejeki.

Kasno mengaku setiap hari menjajakan arum manis di Alun-Alun Utara Yogyakarta. Meski tidak memiliki SIM, dia terpaksa nekad mengendarai sepeda motor roda tiga bersama kedua anak dan istrinya.

“Sering ketemu razia, tetapi selalu lolos. Tetapi bukan itu yang saya harapkan. Maunya saya juga punya SIM, tetapi saat ini masih terkendala pengurusannya,” tuturnya.

Kasno berharap, dirinya dan rekan lainnya yang bernasib sama mendapat kemudahan mendapatkan SIM. “Dulu pernah coba ngurus, tetapi kata pak polisi untuk dapat menerbitkan SIM harus sehat jiwa dan raga. Ya jelas saya minder wong kaki saya seperti ini,” tambahnya.

Terpisah, Kapolres Gunungkidul Ajun Komisaris Besar Polisi Hariyanto kepada wartawan mengatakan, SIM D (SIM khusus untuk penyandang disabilitas) bisa diterbitkan di Gunungkidul. Tetapi memang pengurusannya sedikit berbeda dengan SIM lainnya.

“Teman-teman difabel dapat memperoleh SIM D, tetapi memang pengecekan kesehatannya harus dilakukan oleh dokter yang ditunjuk oleh Polisi,” katanya.

Dia menegaskan, hal itu dilakukan untuk mengetahui keadaan disabilitas, sehingga Polisi tidak salah dalam menerbitkan SIM D. “Jika memang teman-teman ini lolos seleksi, ya SIM akan kita keluarkan,”ucapnya.

Hariyanto berharap, setiap pengguna jalan memang memiliki surat-surat yang lengkap. Hal itu dilakukan sebagai upaya tertib lalu lintas.Harapannya dapat menekan angka kecelakaan di jalan raya.(Juju/Bara)

Komentar

Komentar